Related Posts with Thumbnails
B-YOUTH.!! JADILAH PEMUDA-PEMUDI YANG TAKUT AKAN TUHAN. GBU

22 Februari 2014

Ketika Ayah dan Adikku menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya, dan dipakai sebagai saksiNya.

Ini adalah sebuah kisah tentang kehidupan baru yang dialami oleh Ayah saya. Sekedar di ketahui, Ayah saya berlatar belakang dari keluarga Muslim, beliau adalah anak pertama dari enam bersaudara. Memang beliau bukanlah penganut Muslim murni, yang rutin menjalankan sholat 5 waktu seperti yang dilakukan oleh adik-adiknya, atau para penganut Muslim pada umumnya. Beliau hanya penganut Muslim abangan, yang mungkin jarang menjalankan ibadah Sholat di Masjid. Atau dengan kata lain, menurut pengakuan Beliau yang dituturkan kepada saya, Beliau adalah penganut Muslim Kejawen, yaitu perpaduan ajaran Agama Islam dengan  ajaran-ajaran budaya Jawa Kuno, atau banyak orang menyebutkan sebagai aliran Kebatinan Jawa.

Aliran ini memang banyak diaunut oleh beberapa masyarakat Jawa, khususnya bagi mereka yang masih kental memegang adat istiadat budaya Jawa, yang juga penuh dengan ritual-ritual yang dianggap suci untuk meluhurkan nama leluhur dan sang Pencipta.  Beberapa ritual yang masih sering saya lihat adalah seperti Upacara Sedekah Bumi, pemberian sesaji kepada pohon-pohon besar, meminta berkah di makam-makam para leluhur yang dianggap keramat, juga melakukan ritual pertapaan di sungai-sungai atau di gua-gua.

Ayahku ketika masih muda mungkin juga melakukan hal-hal seperti demikian, karena aku juga sempat ditunjukkan salah satu buku yang memberikan pedoman tentang puasa dan beberapa petunjuk-petunjuk ritual dari aliran yang dia anut dulu. Namun demikian jalan Tuhan berkata lain. Setelah beliau menikah dengan ibu saya sekitar 30 tahun yang lalu dengan cara Kristen, karena ibu saya memang berlatar belakang dari keluarga Kristen. Namun hal itu tidak serta merta mengubah kehidupan rohaninya, dan langsung menerima Yesus begitu saja.

Saya masih ingat ketika saya masih kecil, ketika kami masih tinggal di Kepulauan Karimun Jawa, dimana Ayah saya bekerja  sebagai PNS dan ditugaskan di Kepulauan tersebut. Di sana hanya ada sebuah Gereja  kecil yaitu Gereja GPdI Karimun Jawa, dengan jemaat hanya beberapa keluarga saja. Tiap kali pergi ke Gereja, hanya ibu saya saja yang berangkat, dengan mengajak saya dan adik saya. Ayah saya hanya mengantar sampai depan Gereja, setelah itu dia pulang.

Waktu itu, saya sama sekali  tidak pernah melihat ayah saya  untuk beribadah baik itu ke Masjid  tempat ibadah agama yang tertulis di KTP nya maupun ke Gereja tempat ia diberkati ketika menikah dengan ibu saya. Saya tidak tahu alasannya, mungkin karena malu atau mungkin pula hatinya belum terbuka, karena saya tahu, waktu itu Beliau masih menjalankan beberapa ritual yang kuanggap aneh pada waktu-waktu tertentu, seperti puasa mutih atau makan tanpa mengandung garam, dan semua yang dimakan harus berwarna putih, seperti nasi tanpa lauk pauk, buah ketimun, pisang atau buah bengkoang, pokoknya semua makanan yang berwarna putih dan tak bergaram.
Aktivitasnya pada setiap hari minggu setelah mengantar ibu saya ke Gereja, Beliau lebih memilih tinggal di rumah, dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rutinitas seperti biasanya. Namun ayah saya sangat terbuka, jika diminta untuk membantu Gereja misalnya dalam hal kerja bakti atau mensuport pelayanan Pendeta disana, bahkan dia pernah memberikan satu motor buntutnya kepada Pendeta, guna mendukung pelayananan di jemaat yang jaraknya lumayan cukup jauh dari Kota Kecamatan Karimun Jawa, karena motor pendeta waktu itu rusak parah karena jatuh dan motor tersebut pun di jadikan sebagai motor oprasional Pendeta yang melayani Gereja GPdI Karimun Jawa.

Tentunya sebagai orang yang belum mengenal Kasih Tuhan Yesus, beliau masih memiliki sifat buruk. Yaitu sering marah-marah kepada ibu saya, dan memiliki sikap yang keras kepala. Serta bertindak sesuai dengan kehendaknya sendiri, apalagi cara mendidiku tentang agama pun, beliau sama sekali tidak tahu ia hanya menasehatiku tentang nilai-nilai kebajikan hidup seperti yang ia ketahui saja.
Pensiun dari Pekerjaan Dunia, dan Diterima Bekerja untuk Pekerjaan Surga.

Bulan Juli tahun 2007,  masa pengabdiannya sebagai PNS pun berakhir, seiring dengan usianya yang telah memasuki masa pensiun. Telah lama memang direncakan setelah pensiun untuk kembali ke kampung halaman ibuku di Wonogiri. Disana Ayah dan Ibu saya, akan mengisi masa tuanya dangan mencoba bertani mengolah lahan pertanian yang telah mereka beli sebelumnya dan sebagian lagi dari peninggalan Kakek saya.
Di tahun yang sama itu pula, pada bulan sebelumnya yaitu bulan Juni saya berpamitan untuk pergi merantau keluar dari pulau Jawa yaitu ke Kota Manado di pulau Sulawesi Utara, kota dimana saya tinggal sekarang. Waktu itu beliau masih tinggal di Karimun Jawa, dan pas ibadah hari Minggu, saya juga sempat memberikan kesaksian di gereja dan meminta dukungan doa kepada gembala dan jemaat di tempat itu untuk kepergian saya merantau, dan meminta dukungan doa untuk ayah dan adik tiri saya supaya dapat menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya.
Desember 2007, mendekati hari Natal, mereka memutuskan pindah  dari Kepulauan Karimun Jawa  ke sebuah desa di pinggiran Kota Wonogiri. Mulai dari sinilah rencana Tuhan bekerja dalam kehidupan Ayah saya. Dari semula yang sama sekali tidak mau diajak untuk pergi ke Gereja, kecuali pada saat Natal karena menghormati undangan yang diberikan kepadanya untuk hadir pada perayaan Natal. Namun di dilain itu, beliau tidak pernah mau ikut ibadah  disana.
Sekarang, mungkin beliaulah yang lebih rajin bila dibandingkan Ibu saya. Tidak hanya sekedar pergi beribadah ke Gereja saja, namun beliau juga sangat rajin mengikuti berbagai acara gereja seperti malam PA   (Pendalaman Alkitab), latihan koorr dll. Disamping itu yang membuat saya lebih bangga kepada Ayah saya adalah usahanya membaca dan mempelajari Alkitab lebih mendalam secara pribadi. Alkitab yang beliau sering baca adalah yang versi terjemahan ke dalam bahasa Jawa, karena mungkin yang versi terjemahan kedalam bahasa jawa tersebut lebih mudah untuk dipahami oleh beliau.
Di Baptis dan dipilih menjadi Majelis Gereja.
Ayah saya bersedia dibabtis pada Desember 2008 yang lalu, dan itu merupakan sebuah sukacita besar bagi keluarga kami. Terutama bagi Ibu saya, karena doa kami sekeluarga benar-benar di jawab oleh Tuhan. Tak hanya itu, kuasa Tuhan bekerja pada ayah saya. Pada pemilihan majelis gereja GKJ Pepantan Timang, pada Desember 2010 lalu, kebetulan pada waktu itu saya pulang kampung. Sehingga saya punya kesempatan melihat ayah saya dipilih dan ditahbiskan menjadi seorang majelis gereja. Ini memang bukan sebuah kebetulan, namun memang sudah rencana Tuhan. Padahal, waktu diminta oleh Pendeta dan tokoh-tokoh gereja di sana saat akan di calonkan, beliau sebenarnya keberatan dan tidak mau. Karena sebelumnya beliau tidak biasa tampil dan berbicara didepan umum, dan beliau pun sama sekali tidak pernah memimpin doa apalagi kotbah didepan jemaat. Namun entah kenapa, pada akhirnya ia meng iyakan tawaran tersebut.
Sekali lagi, kuasa Allah bekerja pada Ayah saya. Saat menjalani tugas pertamanya sebagai Majelis Gereja, dan diminta untuk menjadi imam yaitu mendoakan pemimpin ibadah atau yang membawa firman pada saat itu di ruang pastori. Tentu saja beliau jadi sedikit bingung, karena memang belum bisa berdoa sebagai mana para majelis yang lain. Sehingga pada jauh-jauh hari sebelum tugas itu datang, Ayah saya meminta Bulik (tante) saya yang juga mantan majelis untuk membuatkan sebuah doa secara tertulis, yang nanti akan dibacakan saat dia diminta untuk berdoa bagi pembawa firman.  Mungkin pada awal-awal pelayananannya, hal-hal tersebut akan selalu dia lakukan, karena memang belum berpengalaman sama sekali.
Hal yang menjadi sangat istimewa bagi kehidupan saya adalah, setiap kali saya pulang kampung. Saya selalu diajak berdiskusi tentang sebuah penggalan pasal dan ayat Alkitab yang dia baca. Ia selalu menyuruh saya, “coba kamu ambil Alkitab dan buka Kitab ini pasal sekian dan ayat sekian... , jika sudah kamu baca, coba menurut kamu apa yang dimaksud atau penjabaran ayat tersebut menurut kamu”  setelah saya menjelaskan dan menjabarkan menurut persepsi saya, kemudian ayah saya menjabarkan menurut persepsinya beliau. Terkadang jika ada sepupu atau saudara saya yang lain datang main kerumah, mereka juga ikut diajak mendiskusikan bersama tentang topik dari ayat-ayat Alkitab yang ayah saya temukan yang menurutnya menarik untuk dibahas.
Perbincangan mengenai isi Alkitab kadang-kadang juga terceplos saat Beliau sedang asik ngobrol dengan teman-temannya yang beragama lain. Seringkali tanpa sadar, beliau menyisipkan beberapa kalimat yang ia dapatkan dari Alkitab sebagai bahan obrolan, baik saat ketemu temen ngobrol di kebunya, maupun teman bercerita di tempat-tempat biasa ia berkumpul. Selain membicarakan mengenai masalah pertanian yang menjadi favoritnya. Hal ini pernah beberapa kali saya dengarkan secara langsung, saat beliau sedang ngobrol dengan salah satu tetangga saya yang berbeda agama saat ia sedang main kerumah kami, dan saya pernah konfirmasikan pula kepada ibu saya, dan ibu saya memang menyatakan demikian, bahwa ayah saya sering menyisipkan penggalan-penggalan isi Alkitab sebagai bahan obrolannya dengan teman-temannya.
Begitu pula saat beliau menasehati saya akan kehidupan saya, dan langkah-langkah yang harus saya lakukan untuk masa depan saya. Saat itu, Ia selalu menyisipkan ayat-ayat Alkitab dalam setiap wejangannya. Hal ini belum pernah saya dengar sebelumnya ketika saya masih kecil atau pada masa remaja dulu. Namun sekarang, saat kami sudah tumbuh dewasa, hal itu baru beliau lakukan saat ia telah mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan jurus selamatnya.
Beliau selalu menekankan kepada saya tentang penggalan salah satu ayat Alkitab yang cukup terkenal tentang cara mendapatkan kehidupan masadepan yang lebih baik. Seperti yang tertulis dalam Matius 6 : 33 yang berbunyi  “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”.  Berulang-ulang Ayahku selalu menekankan kepadaku tentang ayat tersebut, baik pada saat saya pulang mudik di rumah, maupun saat saya berbicara lewat telephon yang rutin saya lakukan setiap minggu atau dua minggu sekali ketika berada di perantauan.
Setiap hari, beliau selalu bangun pada pukul 04.00 pagi, hal pertama yang ia lakukan adalah berdoa, kemudian menyalakan radio untuk mendengarkan siaran rohani yaitu renungan pagi. Sambil mendengarkan, ia selalu menyiapkan Alkitab dan sebuah alat tulis untuk mencatat khotbah yang dibawakan dari siaran radio tersebut. Diambil dari kitab mana, pasal dan ayat berapa, kemudian pokok-pokok isi khotbahnya yang dibawakan oleh Pengkotbah dalam renungan pagi disiaran radio itu. Setelah mendengarkan radio, ia menyalakan televisi untuk melihat siaran berita sejenak, kemudian bergegas menyiapkan diri untuk pergi ke kekebun, untuk melihat dan menyaingi rumput-rumput liar yang tumbuh diantara tanaman jagung atau tanaman kacang tanah yang telah ditanamnya, kemudian “ngarit” atau mencari rumput untuk makanan ternak kambing miliknya.
Sedangkan ibu saya, setelah doa pagi, ia lalu menyiapkan masakan didapur, setelah itu bersih-bersih rumah. Kemudian merawat kakek saya yang telah renta, dan sudah susah untuk berjalan karena pernah terkena stroke. Mungkin sekarang usianya telah memasuki  90 an tahun, sehingga perlu perlakuan khusus, seperti memandikannya, dan kemudian menyuapinya seperti merawat bayi. Sebenarnya masih ada Nenek saya, namun dia pun juga sudah tua dan sudah sedikit pelupa, serta sudah agak tuli. Terkadang ibu saya setelah selesai mengurusi Kakek saya, beliau  juga ikut menyusul ayah saya di kebun dengan membawakan makanan, untuk makan bersama di kebun.
Setelah hari menjelang siang atau sekitar pukul 10.00 -11.00, mereka kembali kerumah dengan membawa rumput untuk makanan kambing ternaknya, lalu istirahat. Jika sore atau malam hari, jika tidak ada acara di gereja atau acara kemasyarakatan lain, hiburan yang paling di sukai ayahku adalah membaca Alkitab, terkadang juga bersama ibuku, mereka sama-sama membaca di sofa ruang tamu rumahku.
Saya terkadang sangat sedih, karena kami anak-anaknya tinggal berada sangat jauh dari mereka. Saya ada di Manado di ujung utara pulau Sulawesi, sedangkan adik saya yang cowok setelah mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan pengujian sampel hasil tambang, sekarang tinggal di Kolaka Sulawesi Tenggara, kemudian adik saya yang cewek tinggal bersama suaminya juga di Sulawesi Tenggara namun tinggal disebuah pulau lagi yang agak jauh dari kota Kendari.  Tidak setiap hari, tidak setiap minggu, dan tidak setiap bulan mungkin juga tidak setiap tahun kami dapat bertemu dan berkumpul dengan mereka. Hp adalah satu-satunya media yang membantu kami untuk masih bisa saling terhubung satu sama lain, meskipun hanya melalui komunikasi jarak jauh. Tapi lumayanlah bisa mengobati rasa kangen kepada mereka. Seandainya  saja mereka tau ber internet mungkin sudah tak ajak video chat dengan skype, atau pakai fb, tapi saya mereka benar-benar gaptek.
Kedua orang tuaku hanya tinggal berdua di rumah, dengan berbagai pergumulannya. Dulu ada si Coki anjing kesayangan kami yang menemani, namun sekarang telah mati diracun orang yang tidak bertanggung jawab. Jadi mereka sebenarnya benar-benar kesepian.  Sedangkan kami anak-anaknya berjuang mencari kehidupan kami masing-masing ditempat lain,  ditanah perantauan, untuk berusaha menjadi manusia yang seutuhnya, meskipun belum berhasil seperti yang mereka harapkan, namun setidaknya kami  bisa mencari makan sendiri dari hasil kerja kami, tanpa menyusahkan mereka dan menyisihkan sedikit penghasilkan kami untuk dikirim kerumah, memberikan sesuatu yang jarang dapat kami lakukan kepada mereka tiap harinya.
Sedangkan kisah adik saya yang perempuan pun, hampir sama dengan ayah saya yang sebelumnya tidak mengenal Yesus sama sekali. Adik saya ini adalah adik angkat atau saudara tiri, namun kami sangat menyayanginya. Ia berasal dari suku Madura, dan penganut muslim yang keras. Waktu kecil, kami tidak mempunyai adik perempuan, sehingga orang tua kami mengabdopsi dari sebuah keluarga yang berasal dari Pulau Madura, yang dulu waktu pertama datang ke Karimun jawa, pernah terlantar didepan rumah kami dan orang tua saya yang menolongnya. Namun karena waktu itu kedua orang tua kandung dari adik saya tersebut, telah sakit parah dan beberapa bulan kemudian kedua orang tua kandung dari adik tiri saya tersebut meninggal dunia dikarenakan sakit. Menurut kabar dari seorang kerabat yang mereka tinggali di Karimun Jawa, kedua orang tua kandung dari adik saya ini telah di guna-guna oleh saudaranya yang ada di Madura, mungkin karena perselisihan keluarga, kami tidah tahu -menahu.

Kemudian kami mengapdopsi Iyah nama panggilan dari adik saya tersebut, waktu itu mungkin usianya sudah berumur antara 10 – 13 tahun, karena memang tidak ada catatan tertulis dan ia pun tidak tahu berapa usia yang sebenarnya. Pokoknya waktu itu ia sudah dimasukkan di kelas 2 SD.
Meski kami beragama Kristen, kami tidak pernah memaksanya untuk masuk ke agama kami. Ibu saya memberi kebebasan memilih, dan ia menjalankan ibadah seperti yang diwariskan oleh orang tua kandungnya. Ia sholat, pergi ke masjid dan menjalankan ibadah puasa seperti halnya pemeluk agama muslim lainnya. Kami mengajaknya ke gereja waktu perayaan natal saja, seperti halnya yang dilakukan ayah saya dahulu sebelum mengenal Yesus.
Pada suatu ketika, ia bertemu dengan seorang pria ber etnis Batak, dan beragama Kristen,  yang akhirnya mereka pun pacaran, kemudian memutuskan untuk menikah. Meskipun kami yang membersarkannya dari agama Kristen dan calon suaminya waktu itu juga beragama Kristen, namun ia tidak mau menikah dengan cara Kristen, dan kami pun memfasilitasi ia menikah dengan cara Muslim seperti yang ia mau. Sekali lagi kami tidak pernah memaksakan keyakinannya, hanya mendoakan saja akan jalan hidup kerohaniannya. Setelah menikah dan hidup bersama suaminya, tak pernah kami sangka sebelumnya ketika saya telephon, ia bercerita bahwa ia sudah masuk gereja dan saat ini telah belajar Alkitab. Saya hampir tidak percaya, namun beberapa kali ia mengirimkan sms yang isinya adalah firman Tuhan. Meskipun saat ini dia belum dibabtis, karena di tempat tinggal ia sekarang di sekitar Kendari, sangat susah didapati Gereja, namun setidaknya Tuhan Yesus sudah tinggal didalam hatinya.
Sungguh luar biasa Tuhan Yesus memperkenalkan diriNya kepada ayah dan adik saya, dan mengubah kehidupan kami. Terima kasih Tuhan Yesus, jadikanlah keluarga kami berkat bagi orang lain dan pakailah kami sabagai saksiMU untuk kemuliaan namaMU.
Tulisan ini saya dedikasikan untuk Ayah dan Adik saya, yang telah memilih Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya. Kiranya Tuhan selalu memberkati dan memakai mereka sebagai saksiNya.

Tentang Penulis.
Meskipun bukan orang asli Manado, namun Penulis adalah member B-Youth dari tahun 2007 - 2012,  Selama tinggal di Manado penulis bergereja dan ikut bergabung dalam komunitas persekutuan Bethlehem Youth GPDI Bethelehem Malalayang, dan tentunya sangat senang dapat diterima dalam persekutuan yang indah dengan saudara seiman tersebut. Tulisan diatas adalah merupakan satu kesaksian bagi keluarga penulis, dimana Tuhan Yesus melalui karyanya yang sangat ajaib, mengubahkan kehidupan keluarga Penulis. Selain di posting di blog pribadi penulis, sengaja  penulis memposting kisah kesaksian tersebut di blog B-youth ini, supaya dapat menjadi berkat bagi kita semua. Kiranya Tuhan Yesus memberkati.

Read more...

14 Februari 2012

Cara mengajar hati Anda untuk mengasihi Allah

Bagaimana untuk mengasihi Allah dengan cara yang
mengakibatkan menerima kehadiran-Nya
terus!
Pada Mengasihi Allah Semakin Mencintai Cara Duniawi kami Kurang
Kasih kita kepada Allah terbagi karena penyembahan berhala jantung. Anda dapat mengambil langkah untuk lebih mengasihi Allah dengan sepenuh hati!
Di tempat lain di situs ini dibahas panjang lebar tentang bagaimana Allah mendefinisikan penyembahan berhala dalam hal cara kita menemukan tempat perlindungan, kekuatan, dan kemuliaan selain dari-Nya. Ini juga telah mencatat bagaimana sumber-sumber duniawi kita bergantung pada selalu dekat dengan kita-kita kepribadian, penampilan kita, apa yang kita lakukan, apa yang kita ketahui, persetujuan yang kita rasakan dari orang lain. Kadang-kadang kita bahkan mencintai kami atau doktrin di mana kita pergi ke gereja sebagai tempat kita berlindung dan kekuatan.
Sangat penting bahwa kasih kita kepada Tuhan meningkatkan cara-cara yang membantu untuk mengurangi cinta kita untuk sumber duniawi. Karena Allah mendefinisikan penyembahan berhala sebagai "allah lain" yang dekat dengan kita, itu adalah kasih kami untuk kedekatan Allah yang harus meningkat.
Kita membutuhkan kasih kehadiran dekat Allah sebagai perlindungan kami, kemuliaan, dan kekuatan-bukan substitusi duniawi kita saya ingin menunjukkan bagaimana mengasihi kedekatan Tuhan. Anda-karena penyembahan berhala dari hati kita menunjukkan sesuatu yang kurang dari kehadiran dekat-Nya , tidak akan cukup.
Pertanyaannya adalah bagaimana. Kita tahu kita harus lebih mengasihi Allah, tapi mengetahui bahwa tidak membantu cukup. Beberapa orang mencoba untuk memarahi diri menjadi mengasihi Tuhan lebih tetapi kasih seperti itu hanya bisa dangkal. Ini tidak akan pernah hangat dan penuh gairah.
Mengasihi Allah lebih tidak tentang mengasihi Dia dengan pikiran kita. Mengasihi Allah lebih, adalah tentang respon hati merasa kesenangan dan sensasi apa hati kita percaya dan mencintai tentang Tuhan.
Pusat untuk menjadi kurang dibagi dalam kasih kita kepada Allah adalah bahwa kita perlu mengarahkan hati kita untuk mencintai kemuliaan Allah dan kasih karunia-Nya untuk mendekat kepada kita. Melakukan hal ini akan membantu Anda membuat Allah cinta pertama Anda, harta terbesar Anda, tempat perlindungan Anda, kemuliaan, dan kekuatan Anda. Mengasihi Allah lebih adalah tentang mengasihi orang dari Roh Kudus yang Anda mempercayai ini dekat dengan Anda, di dalam diri Anda DAN yang menyentuh Anda semua sekitar.
Empat Hal!
Empat hal yang paling penting untuk mengasihi Tuhan dan mengalami kehadiran-Nya secara lebih lengkap.
Catatan bahwa proses mencintai Tuhan lebih tidak pernah berakhir Di bawah ini adalah hal yang kita harus selalu mengambil langkah untuk mengarahkan hati kita ke arah pada tingkat yang semakin meningkat; 1) hati yang percaya dan mengasihi orang dari Roh Kudus-pada Anda dan sekitar. Anda, sebagai tempat perlindungan Anda, kemuliaan, dan kekuatan Anda, 2) hati yang percaya dan mengasihi bahwa Allah telah memberi Anda akses tanpa hambatan ke takhta kamar yang dapat Anda mendekat kepada-Nya, dan bahwa Anda dapat tetap dekat 24 jam- hari-, 3) hati yang percaya dan mencintai kemuliaan dan intensitas air mancur dari Tuhan bahwa Anda semakin dekat, 4) hati yang percaya dan mencintai anugerah Allah untuk mendekat kepada Anda-berlimpah, karena gambar Anda dekat air mancur Allah.
(Jauh lebih dikatakan tempat lain di situs ini tentang dasar Kitab Suci untuk mengapa yang tepat bagi Anda untuk percaya dan cinta ini tentang Tuhan dan hubungan Anda kepada-Nya. Jauh lebih juga mengatakan tentang bagaimana membantu jantung Anda untuk percaya dan mencintai hal-hal tentang Tuhan.)
Karena Allah adalah Allah kita tidak pernah bisa "tiba" di tujuan percaya dan mengasihi-Nya sebagaimana seharusnya. Lebih selalu mungkin!
Cinta Kasih karunia Tuhan untuk Kemuliaan mewah Nya dan kehadiran pada Anda!
Gunakan terima kasih dan pujian untuk memelihara cinta kepada Allah bahwa Anda tidak harus bekerja layak hadirat-Nya. Jangan biarkan sampai kesenangan Anda terhadap Allah sedang mengipasi ke api!
Janji itu adalah bahwa ketika Anda berpaling kepada Allah, Dia akan mendekat kepada Anda (Yakobus 4:8). Hal ini juga mengatakan bahwa untuk menyenangkan Tuhan, Anda harus percaya bahwa Allah memberi upah Anda dengan kehadiran-Nya setiap saat Anda sedang mencari-Nya, "Dan tanpa iman adalah mustahil untuk menyenangkan Dia karena orang yang datang kepada Allah harus percaya bahwa Dia dan bahwa Dia memberi upah kepada mereka yang mencari Dia "(Ibrani 11:6).
Gunakan terima kasih dan pujian untuk mengajar hati Anda untuk mengasihi rahmat Unreserved Allah untuk mendekat kepada Anda karena Dia memberikan Anda hadirat-Nya terus-menerus, lavishingly (hanya karena bersinar dari-Nya datang kepada Anda)! Ingatlah bahwa iman Anda menyenangkan-Nya!
Bagaimana jika Jantung Anda tidak di dalamnya?
Meskipun hati Anda mungkin tak percaya, Anda akan tahu dengan pikiran Anda bahwa Allah adalah Allah yang terus janji-janji-Nya. Dia akan mendekat kepada Anda ketika Anda mendekat kepada-Nya! Dan, iman Anda percaya bahwa Dia akan mendekat kepada-Nya memberikan kesenangan besar!
Jadi, bangun diri! Meskipun hati Anda mungkin tidak di dalamnya, tetap berterima kasih kepada-Nya dengan sukacita yang besar karena apa yang Anda tahu dalam pikiran Anda untuk menjadi kenyataan tentang Allah. Dengarkan terima kasih dan pujian kepada Allah! Akhirnya hatimu akan mendengar, Anda akan menemukan kebebasan untuk percaya, dan cinta Anda kepada Allah akan tumbuh!
Pada Mencintai Exaltedness Allah kami
Menggetarkan hati Anda untuk mencintai kemuliaan ditinggikan Allah kita! Semakin Anda tumbuh untuk mencintai negara ditinggikan Allah yang kurang ini membutuhkan disiplin murni untuk tetap tinggal di ruang takhta di hadapan Tuhan. Kasih anda pada Allah akan tumbuh begitu kuat bahwa mencintai-Nya (dan mencintai kepercayaan dan keamanan yang memberikan kedekatan-Nya) adalah apa yang akan membuat Anda di sana. Anda akan menemukan itu JAUH lebih mudah untuk tetap sebelum Tuhan karena taat di dalam kehadiran-Nya bercahaya akan menjadi harta terbesar Anda.
Prinsipnya sederhana, "di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada" (Matius 6:21). Tumbuh dalam cinta dan kegembiraan terhadap Allah, dan disiplin untuk terus melakukan itu akan datang secara alami. Ini juga akan menjadi lebih menyenangkan.
Meningkatkan cinta Anda kepada Tuhan dengan menjadi sangat disengaja tentang "pendengaran" dan percaya berkat Anda sendiri dan pujian tentang kebenaran tentang kemuliaan bersinar-kasih-Nya, kebaikan, dan kekuasaan yang bersinar dari-Nya dan ke sini. Dengan cara ini Anda akan menerapkan tulisan suci untuk "menganggap kemuliaan bagi Tuhan." (Mazmur 29:1). Dengan cara ini, Anda akan menjadi lebih sadar akan kehadiran-Nya karena kasih-Nya, dan tidak akan terlalu banyak sehingga Anda harus bergantung pada disiplin murni untuk kasih sayang Anda akan menarik Anda ke arah Tuhan "lakukan saja.". Semua itu untuk mengatakan, mendekat kemudian "mempraktekkan hadirat Allah."
Ingatlah bahwa kemuliaan adalah hal-hal yang kita cintai di dunia alam. Kami mencintai kemuliaan menang dalam olahraga, kemuliaan mobil baru, kemuliaan keindahan, kemuliaan memiliki teman dekat. Hal ini dalam cara yang sama bahwa kita perlu mengasihi Allah.
Kami mencintai-hal ini karena Tuhan menciptakan kita perlu sesuatu yang akan membuat kita merasa percaya diri dan aman. Ini adalah dengan desain Allah bahwa cinta kami kemuliaan dalam arti duniawi sangat cocok dengan fakta bahwa Tuhan ingin menjadi Allah yang adalah tempat perlindungan kita, kemuliaan kita, dan kekuatan kita.
Amati tingkat kenikmatan dalam kemuliaan hal alami dan disengaja mengajukan permohonan kembali tingkat yang lebih besar kenikmatan yang Anda bersyukur kepada Tuhan tentang kemuliaan-Nya lebih besar dari hal-hal duniawi. Mengarahkan hati Anda untuk mengasihi bergantung pada Allah karena hal lain adalah penyembahan berhala.
Ingatlah untuk mengasihi Allah seperti yang akan Anda seseorang dekat dengan Anda. Kemudian, kipas cinta Anda kepada Tuhan ke dalam api yang kuat dengan menjadi disengaja tentang memuliakan dan mencintai Dia sebagai Allah yang benar-benar lebih baik dari semua "allah lain" dari dunia ini. Katakan segala sesuatu di alam gaib tentang itu! Peliharalah menikmati makna kekal mencintai dan menyembah Tuhan - mengetahui bahwa Anda cinta dan ibadah sangat menghormati Allah di udara sebelum khalayak luas para malaikat, orang kudus sekarang tinggal di surga, dan sebelum makhluk setan di alam rohani (Ef 3:10, 6:12, dan Ibr 12:1). Nikmati melakukan hal itu dan Anda akan menemukan diri menyembah Allah dalam roh dan kebenaran (Yohanes 4:23)!
Apa yang Harus Dilakukan Ketika Anda Tidak Jantung Feel Like Terima kasih dan puji kepada Allah
Ketika Anda tidak merasa dalam hati Anda seperti berterima kasih pada Tuhan dengan sukacita, ingatlah bahwa dalam pikiran Anda Anda tahu bahwa kebesaran Allah kita IS layak menerima pujian gembira. Terima kasih Tuhan untuk kebenaran tentang Allah dan melakukannya dengan cara yang konsisten dengan apa yang Anda ketahui dalam pikiran Anda tentang Dia. Jadi bahkan ketika hati Anda tidak merasa seperti berterima kasih pada Tuhan, itu TIDAK tidak jujur ​​berterima kasih kepada Tuhan dengan sukacita yang besar dalam nada suara Anda. Melakukan hal itu adalah respon yang pas dan tepat untuk apa yang Anda ketahui dalam pikiran Anda untuk menjadi kenyataan tentang Tuhan! Jadi, meskipun hati Anda mungkin tidak dalam itu pada awalnya, fokus pada MENDENGARKAN untuk pujian Anda kepada-Nya. Segera, hati Anda akan mendengar. Anda akan percaya. Kasih Anda bagi Tuhan dan kedekatan-Nya kepada Anda akan tumbuh.
Tapi saya tekankan lagi bahwa Anda TIDAK harus memikirkan apa yang akan datang dari Tuhan hanya sebagai "cahaya" atau cahaya atau air. Tuhan bersinar melalui pribadi Roh Kudus ke Anda Semua atribut Allah sedang terpancar pada Anda dalam pribadi Roh Kudus. Jadilah disengaja tentang mengasihi-Nya sambil berpikir tentang Allah sebagai orang yang ada di sana dekat dengan Anda..
Bila Anda biasakan Anda untuk terus meningkatkan cinta Anda bagi Tuhan maka semakin dekat kepada Allah dan mengingat untuk tetap di hadapan-Nya akan menjadi jauh lebih mudah bagi Anda. Gunakan kecenderungan alami Anda untuk mencintai kemuliaan dan tujuan yang cinta terhadap Allah. Lakukan ini dengan terima kasih dan pujian sengaja bertujuan untuk menggetarkan hati Anda tentang kemuliaan akses Anda kepada Allah, kasih karunia yang melimpah-Nya untuk mendekat kepada Anda, dan tentang kemuliaan yang lebih besar dalam semua atribut-Nya.
Semakin Anda senang menjadi di hadapan Tuhan dan semakin Anda menyukai cahaya di sekitar Tuhan, semakin Anda akan bebas untuk menerima kehadiran-Nya yang datang kepada Anda karena cahaya di sekeliling-Nya.
Tekanan luar?
Ketika Anda tidak merasa seperti terima kasih dan pujian terhadap Allah seringkali bahwa musuh-musuh setan berusaha untuk menjaga Anda dari pujian yang akan membantu Anda untuk mengasihi Dia lebih.
Cara termudah dan paling kuat saya tahu untuk memecahkan masalah ini adalah untuk mendengarkan diri Anda tegas berkata, "Terima kasih Tuhan bahwa saya tidak harus setuju dengan tekanan setan untuk menghindari terima kasih dan pujian terhadap Anda." Pendekatan lain adalah, "Tuhan saya membalikkan hati saya untuk menikmati bahwa saya tidak harus setuju dengan tekanan setan untuk menghindari mengambil langkah untuk mencintai-Mu lebih aku bisa. Dan akan mengarahkan hatiku untuk mengasihi Engkau Tuhan!" (Catatan bahwa Hati-pelatihan! bahan memiliki seluruh bagian yang didedikasikan untuk topik penting bagian itu disebut, "Hati-pelatihan Publikasi.".)
Bangun Diri Up!
Ada kalanya Anda hanya perlu membangkitkan hatimu untuk bangun. Alkitab mengatakan, "Tidak ada orang yang menyerukan nama-Mu, yang membangkitkan dirinya untuk memegang Anda, [dan sebagai hasilnya] untuk Anda telah menyembunyikan wajah Anda dari kami dan telah memberikan kita ke kekuatan kejahatan kita." (Yesaya 64:7). Anda tidak perlu membuat kesalahan itu! Jika Anda tidak membangkitkan hati untuk percaya dan mencintai bersinar dari wajah Allah, maka kuasa dosa hanya akan terus semakin kuat dan Anda akan jatuh karena Anda mencintai yang bukan Dia.
Bangun diri dengan berkat yang kuat dan tegas dan pujian atas kebenaran. Anda dapat memasukkan hadapan Tuhan. Anda dapat menikmati kegembiraan dari wajah-Nya. Anda dapat mengambil pegangan dari Allah. Allah telah membuat jalan.
Percaya Intensitas yang
Yesus berkata bahwa kita harus, "percaya dalam terang, agar kamu dapat menjadi anak-anak terang" (Yohanes 12:36). Tapi jangan berpikir dari volume Roh Kudus memancar dari Yesus sebagai jumlah air yang mengalir dari sprinkler di halaman Anda. Saya percaya itu adalah mengacu pada Allah kita menjadi air mancur kemuliaan bahwa Alkitab mengatakan, "Allah yang mulia guruh" (Mazmur 29:3). Nabi Yoel menulis, "Tuhan mengaum dari Sion" (Yoel 3:16). Alkitab juga mengatakan, "Suaranya seperti desau air bah" (Wahyu 1:15;. 14:02 dan Yehezkiel 43:2). Daud menulis tentang "suara" air terjun Allah (Mzm. 42:7). David menarik cukup dekat kepada Allah bahwa ia dapat mendengar deru air mancur Allah: "Bagaimana berbahagialah orang yang mengetahui suara menyenangkan ya Tuhan, mereka berjalan dalam terang wajah Anda" (Mazmur 89:15). Hal ini tidak mengherankan bahwa Alkitab mengatakan Allah, "Aku telah menghapus pelanggaranmu sendiri seperti awan tebal dan dosa-dosa Anda seperti kabut berat Kembali kepada-Ku,. Sebab Aku sudah membebaskan kamu" (Yesaya 44:22).
Saya ingin menekankan lagi bahwa kasih karunia adalah alasan Anda dapat minum (menerima dari Allah): "Kamu harus memberi mereka minum ... Karena dengan Anda adalah sumber kehidupan, dalam terang-Mu kami melihat terang." (Mazmur 36:8,9). Ketika Anda memikirkan sinar Tuhan kita, memelihara percaya volume besar dari Roh-Nya yang mengalir dari-Nya. Jangan biarkan diri Anda berpikir tentang Yesus sebagai air mancur kecil! Yakinkan diri pemeliharaan Tuhan bagi Anda untuk dapat mendekat. Setelah Anda belajar untuk tinggal di sana, hasilnya akan menjadi sebuah sungai Roh Kudus-Nya mengalir di sekitar dan melalui Anda (Yohanes 7:37-39).
Hanya sehingga Anda tidak ketinggalan, akses Anda percaya kepada Allah, mencintai hadirat-Nya memancar atasmu, dan percaya kedekatan intens dari semua atribut-Nya yang mulia, adalah tiga dari prinsip-prinsip praktis yang paling penting saya dapat memberikan untuk mengarahkan hatimu terhadap Allah dan menikmati hadirat-Nya lebih intens. Peliharalah iman untuk percaya dan kebebasan untuk terima dengan terima kasih atas kebenaran tentang Allah dan akses Anda ke mendekat dengan apa-apa antara Anda.
Teach Yourself untuk menjaga mata Anda pada Allah
Ketika Anda melihat gunung Anda tidak menyulap gambar gunung untuk melihatnya. Anda hanya membuka mata dan melihat. Hal yang sama berlaku dengan Allah.
Daud adalah contoh terbaik, "Satu hal yang saya minta dari Tuhan, bahwa saya akan mencari: bahwa Aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang hari-hari hidup saya, untuk menyaksikan kemurahan Tuhan dan bermeditasi di Nya candi "(Mazmur 27:4). Anda dapat memelihara iman Anda cukup untuk "melihat" seperti Daud. Tuhan kita Yesus berdoa untuk kita bahwa kita akan dapat melihat kemuliaan-Nya bahkan sementara kita masih hidup: "Bapa, Aku ingin agar mereka juga, yang Anda telah diberikan Aku, dengan Aku menjadi keberadaan saya, sehingga mereka dapat melihat Saya kemuliaan yang Anda telah diberikan-Ku, karena Anda mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan "(Yohanes 17:24). Ketika, dengan iman, anda percaya anda ada di hadapan Tuhan, sering mengambil waktu untuk secara sadar percaya bahwa Anda akan kembali mata hati Anda untuk melihat-Nya dalam segala kemuliaan-Nya.
Renungkan setiap satu dari semua atribut-Nya sebagai Anda melihat kehadiran-Nya yang bersinar atasmu. Memuji Dia sementara Anda melakukan melihat-Nya dengan cara ini. Poin ini sangat penting karena akan memperkuat Anda terhadap godaan dan akan membantu Anda untuk tetap berpaling kepada Tuhan dan mencintai-Nya.
Allah memerintahkan kita untuk melihat, "Beginilah firman TUHAN, 'Stand oleh cara dan melihat dan meminta jalan kuno, di mana cara yang baik adalah, dan berjalan di dalamnya;. Dan Anda akan menemukan ketenangan dalam jiwa Anda Jawab mereka: "Kami tidak akan berjalan di dalamnya" (Yer. 6:16). Langsung berhubungan dengan bagian Perjanjian Lama adalah beberapa hal yang Yesus janjikan kepada kita, "Marilah kepada-Ku, semua yang lelah dan berat-sarat ... dan Anda akan menemukan ketenangan dalam jiwa Anda" (Matius 11:28,29). Saya tidak percaya adalah mungkin untuk menemukan beristirahat sampai kita belajar untuk membiarkan Tuhan memuaskan keinginan haus kita. Melakukan hal itu, mengharuskan kita "datang kepada-Nya" dan "minum."
Sekali lagi saya katakan bahwa saya tidak berbicara tentang visualisasi sini. Aku hanya mengatakan kita harus percaya bahwa kita melihat Dia. Daud berkata, "Sebab kasih setia Anda adalah di depan mataku" (Mazmur 26:3 a). Alkitab juga mengatakan, "Kami berpikir pada kasih setia-Mu, ya Allah, di tengah candi Anda" (Mazmur 48:9). Ketika Anda percaya Anda melihat Tuhan, merenungkan kasih setia-Nya dan semua atribut Roh Kudus-Nya yang terpancar atasmu. Ketika Anda melihat dengan mata rohani Anda, Anda tidak perlu mencoba untuk menyulap gambar. Dengan hati yang penuh iman, cukup percaya Anda melihat cahaya-Nya. Percaya Anda melihat kuasa-Nya, cinta, kebaikan, keagungan, kebijaksanaan yang bersinar ke sini. Lihatlah semua yang Dia sebagaimana Dia bersinar hadirat-Nya atasmu Lihat sambil istirahat-tidak saat mencapai dan tegang..
Alasan David merasa aman karena "mata saya ke arah Anda, ya Allah, Tuhan; You Aku berlindung, jangan tinggalkan aku berdaya" (Mazmur 141:8 b). Dia juga menulis, "Mataku terus-menerus terhadap Tuhan, karena Dia akan mencabut kakiku keluar dari jaring" (Mazmur 25:15 a). Tulisan suci adalah jelas bahwa menerapkan prinsip "melihat" Tuhan harus menjadi bagian penting dari kehidupan rohani setiap orang Kristen menjadi Istirahat melihat lebih baik dan lebih baik sepanjang waktu..
Hati Mengikuti drive Setelah Apa yang Anda Harta
Biar saya katakan lagi karena prinsip sangat penting, "di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada" (Matius 6:21). Para sesuatu yang lebih Anda harta karun itu lebih tunggal hati adalah mengejar Anda. Jangan lewatkan menggunakan prinsip ini untuk keuntungan Anda.
Karena hati Anda berikut keras setelah apa yang Anda menghargai sangat, mengarahkan hati Anda untuk mengasihi akses Anda di hadapan Tuhan, bahwa Anda bisa tinggal di hadapan-Nya, dan bahwa Anda dapat menikmati begitu banyak dari kehadiran-Nya karena kasih karunia berlimpah-Nya. Tuhan selalu air mancur bercahaya Roh Kudus. Dia PERNAH berhenti memberi. Ingatkan diri Anda untuk berpikir sering mengenai hal ini dan bersyukur kepada Tuhan dengan sukacita yang besar dalam nada suara Anda. Dan, DENGARKAN kepada diri sendiri setelah Anda melakukan itu.
Hati Anda seperti kuda liar yang perlu dijinakkan. Bridle hati Anda untuk mengubahnya menuju Tuhan. Tapi kemudian mengambil tali kekang off dan biarkan hatimu berjalan bebas. Anda tidak perlu kekang diri Anda ketika datang kepada Tuhan. Anda tidak harus menahan pada seberapa banyak Anda menggetarkan hati dan menikmati kasih karunia-Nya kepada kehadiran mewah Nya pada Anda! Allah tidak menahan dengan Anda. Dia PERNAH berhenti menjadi air mancur. Anda hanya harus cukup dekat untuk mendapatkan basah!
Gunakan setiap disiplin yang Anda miliki untuk keuntungan Anda. Tapi fokus pada usaha Anda tumbuh dalam iman, kasih, dan sukacita kepada Allah. Dengan demikian disiplin yang lebih besar akan datang secara alami.
Jangan hanya hanyut bersama berpikir Anda hanya harus membiarkan cinta Anda kepada Allah tumbuh sebagai respon kepada-Nya. Disengaja tentang itu! Bersyukurlah kepada Tuhan sering bahwa Anda tidak harus puas dengan begitu sedikit-aku harus melakukan ini sering atau kasih saya menjadi dingin dan saya mendapatkan kusam terhadap Allah sangat cepat.
Mengasihi Allah adalah terlalu penting untuk pendekatan pasif untuk pertumbuhan. Mengambil tindakan! Menjadi guru yang bijaksana dan pengertian. Membuat hatimu mahasiswa terbaik Anda. Tentukan untuk bersenang-senang mendapatkan hati Anda mendengar banyak alasan bahwa Anda tidak perlu takut, dan bahwa Anda BISA mencintai dan harta Allah lagi. (by barry@tasteheavennow.net (C) Barry Hall 1999)
Postting : SP5
 

Read more...

26 Januari 2012

Pengurus Youth 2012 - 2014

Ketua Pemuda : Bpk. Sammy Pangouw













Wakil Ketua : Doni Koba









Sekretaris :Jeff Senewe












Bendahara : Claudia Wattie

Read more...

12 Desember 2011

Undangan Perayaan Natal 2011

IBADAH & PERAYAAN NATAL 2011

TEMA

“ WE ARE NEVER ALONE, IMMANUEL “

PEMBICARA
PDT. DRs. FERRY SENEWE, M.Pd



HARI / TANGGAL: KAMIS, 22 DESEMBER 2011
JAM           : 19.00 Wita
TEMPAT        : GEREJA GPdI BETLEHEM MALALAYANG 1


HORMAT KAMI
PANITIA NATAL PEMUDA DAN REMAJA 
GPdI BETLEHEM MALALAYANG 1






























































































  







Read more...

10 Desember 2010

TAHUN 2011, TAHUN MULTIPLIKASI DAN PROMOSI (check it out!)

Read more...

15 November 2010

Yang Terbaik VS Yang Biasa-biasa Saja

Seorang profesor dari sebuah universitas besar akan segera membagikan lembaran ujian akhir, ujian yang paling penting tahun itu untuk kelasnya. Tetapi terlebih dahulu ia memberitahukan kepada para mahasiswanya bahwa ia sangat bangga pada mereka, karena telah berdisiplin dan telah belajar dengan keras. Untuk itu, si profesor mengajukan suatu tawaran istimewa. Katanya, “Siapa yang mau mendapat nilai C otomatis dalam ujian ini tidak perlu mengikuti ujian. Aku akan langsung memberikan kalian nilai C.”

Satu tangan terangkat, diikuti tangan demi tangan hingga setengah dari seluruh mahasiswa memilih tidak mengikuti ujian. Mereka menerima nilai C otomatis dan meninggalkan ruang ujian dengan penuh sukacita.

Profesor itu membagikan lembaran ujian kepada para mahasiswa yang tersisa. Ia meletakkan lembaran-lembaran soal di meja mereka dan meminta mereka untuk tidak membaliknya sebelum ia perintahkan.

Selama beberapa menit berikutnya, profesor itu memberitahukan bahwa mereka akan melakukan hal-hal yang luar biasa dalam hidup. Ia memberi selamat kepada mereka karena tidak mau menerima nilai rata-rata. “Kalian bersedia berusaha untuk melakukan yang terbaik, untuk memenuhi potensi tertinggimu, dan kalian akan diberikan upah untuk semua itu seumur hidup kalian,” katanya.

Kemudian professor itu memerintahkan para mahasiswanya untuk membalikkan lembaran ujian. Mereka menemukan bahwa lembaran ujian hanya berisi kalimat yang berbunyi: “Selamat. Anda baru saja mendapatkan nilai A.”

Terlalu sering kita mengambil jalan pintas yang mudah. Kita diam saja dan menerima keadaan biasa-biasa saat kita seharusnya berusaha keras untuk membangun potensi kita.

Nilai C tidak begitu buruk, pikir kita. Aku setuju saja.


(Sumber: It’s Your Time – Joel Osteen)

Read more...

10 November 2010

MENJADI SAKSI-NYA II


Berikut adalah ringkasan khotbah dari Pdt.Dr.Ir.Niko Njotorahardjo-Pastor's Message Edisi November 2010 :

Mazmur 32 : 8 berkata “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu”

Teman-teman kita sepakat untuk berkata “Tuhan Yesus, Engkau baik, sungguh baik, dan sangat baik kepada saya”. Teman-teman, ini janji Tuhan bahwa Tuhan pada hari-hari ini hendak memberi nasehat, menuntun, memberikan jalan apa yang harus kita lakukan. Mata Tuhan tertuju kepada kita. Supaya kita bisa mengerti sepenuhnya tuntunan Tuhan hari-hari ini, tidak ada jalan lain mata kita harus senantiasa tertuju kepada-Nya.

Teman-teman, sehubungan dengan tuntunan Tuhan yang begitu kuat akhir-akhir ini bahwa “Aku datang segera”. Tuhan berkata pada kita semua bahwa hari-hari ini Tuhan sedang mencurahkan Roh-Nya, ya Tuhan sedang mencurahkan Roh-Nya. Ada 3 tanda waktu Roh Kudus dicurahkan sesuai dengan Yoel 2 : 28 -32, yaitu tanda pertama ayat 28-29 : “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.”

Mulai dari anak kecil, remaja, pemuda, orang tua, kakek, nenek, semua akan dipakai Tuhan. Bukankah itu yang kita lihat hari-hari ini?

Tanda yang kedua di ayat 30 -31 berkata : “Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.” ITU ADALAH GONCANGAN. Teman, lihat hari2 ini kita semua meng-amin-kan bahwa GONCANGAN SEDANG TERJADI TERUTAMA DI INDONESIA.

Tapi, melalui tanda pertama dan tanda kedua, tanda ketiga akan terjadi!!! Yaitu pada ayat 32, bahwa akan banyak orang berseru kepada nama Tuhan dan mereka yang berseru kepada nama Tuhan, mereka akan diselamatkan!!!

Teman-teman, ternyata Tuhan terus berbicara dari Kisah Para Rasul 1 : 8 berkata : “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Teman, hari-hari ini Roh Kudus sedang dicurahkan untuk memberikan kuasa kepada teman-teman dan kepada saya untuk menjadi saksi Yesus. Pesan Tuhan yang sangat…sangat…sangat kuat! Teman-teman dan saya harus menjadi saksi Yesus! Berapa banyak dari kamu ingin menjadi saksi Yesus?!

Mari kita mundur sejenak untuk melihat proses dari murid-murid Tuhan Yesus untuk dijadikan saksi-Nya 2000 tahun yang lalu. Pada waktu mereka sedang berdoa di kamar loteng bertekun dengan sehati bersama-sama, apa yang terjadi?! Roh Kudus dicurahkan di atas mereka. Yang pertama dikatakan seperti tiupan angin keras datang dan setelah itu kedua tampaklah lidah-lidah seperti nyala api yang hinggap di kepala mereka masing-masing kemudian penuhlah mereka dengan Roh Kudus dan mereka menjadi saksi Yesus

Teman-teman, Roh Kudus turun dalam bentuk api dan angin. Api itu untuk memurnikan kita sedangkan angin akan mengarahkan setelah kita dimurnikan.

Seperti pesan bulan lalu, di depan ini akan ada penghukuman, pendisiplinan, hajaran seorang ayah kepada anak itu sedang terjadi

Mari kita lihat Indonesia, ada 22 gunung dimana dikatakan 19 dalam keadaan “waspada”, 2 “siaga”, dan 1 “awas”. Ini tidak seperti biasanya. Indonesia sedang digoncang-goncangkan hari-hari ini, tapi ketahuilah TUHAN MEMPUNYAI ACARA DENGAN INDONESIA HARI-HARI INI. Kejadian tsunami aceh 26 Desember 2004; 26 Mei 2004 Gempa besar di Yogyakarta dan sekitarnya; 26 Juni 2010 Gempa bumi di Tasikmalaya; 26 Oktober 2010 Tsunami melanda mentawai dan gunung merapi meletus!!

Tuhan berbicara angka 26 dan hal ini sudah dibukakan kepada semua hamba-hamba Tuhan dan kamu semua dari Hagai 2 : 6 berkata : “sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!” Janganlah Takut! Janganlah Takut!! Janganlah Takut!!! Ini pesan dari Tuhan kepada teman-teman dan saya, Janganlah Takut!

Kenapa kita tidak boleh takut?! Sebab ayat 7 – 10 berkata : “Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam. Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam."

Teman-teman, GONCANGAN-GONCANGAN AKAN TERUS TERJADI SUPAYA RUMAH TUHAN INI BERTAMBAH MEGAH, BERTAMBAH BESAR, ARTINYA BANYAK ORANG YANG DISELAMATKAN. Karena itu pesan Tuhan buat teman-teman dan saya, hari-hari ini JADILAH SAKSI YESUS! KABARKAN INJIL!! JANGANLAH TAKUT!!!

Doa Pdt.Dr.Ir.Niko Njotorahardjo sebagai berikut : “Oh Tuhan inilah anak-anakMu, murid-muridMu yang akan Kau jadikan sebagai saksi-saksiMu dan Kau berpesan kepada kami, JANGANLAH TAKUT! JANGANLAH TAKUT!! JANGANLAH TAKUT!!! Tuhan, terima kasih…Engkau berikan kekuatan buat anak-anakMu. Engkau yang melawat anak-anakMu, Engkau yang melawat Indonesia hari-hari ini. Tuhan, Engkau memulihkan, Engkau memberikan mukjizat hari-hari ini kepada Indonesia dan kepada anak-anakMu yang memerlukan semua itu. TERIMA PEMULIHAN! TERIMA MUKJIZAT!! Amin

Ada sebuah lagu yang sangat pendek yang baru pertama kali saya dengar tapi sangat menyentuh hati dibawakan oleh Pdt.Dr.Ir.Niko Njotorahardjo, berikut liriknya :


"Allah yang bela, Siapa Lawan Dia
Lebih dari pemenang, Dalam s’gala hal
Ku pasti dapat lakukan semua
Kristus yang b’ri kekuatan, Oh terpujilah nama-Nya"


Sumber video khotbah : http://www.hmministry.com/media.GBI
(direkomendasikan untuk menyaksikan sendiri video khotbahnya dengan durasi 9 menit)

Read more...

08 November 2010

Apakah Anda Pribadi Yang Tuhan Cari?


Yeremia 29:7
Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 93; Lukas 14; Daniel 1-2

Hari demi hari, jika kita melihat berita yang ditayangkan di berbagai media, kondisi Indonesia semakin tidak menentu. Bencana alam tidak henti-hentinya mendera, gempa bumi, gunung meletus, banjir dan banyak lagi lainnya. Tidak berhenti disana, masyarakat sepertinya dengan mudah terprovokasi sehingga muncul berbagai kericuhan di berbagai wilayah negeri ini.


Banyak orang diluar sana sedang mencari sebuah harapan, mereka bertanya akankah Indonesia menjadi lebih baik. Namun tidak seorang manusia pun bisa menjawab. Apakah Anda mau menjawab pertanyaan mereka?

Saat ini Tuhan sedang mencari seseorang yang mau mempertahankan negeri ini dihadapan-Nya, sama seperti yang diungkapkan-Nya pada Yehezkiel, “Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya. ” (Yehezkiel 22:30). Jika di jaman Yehezkiel Tuhan tidak menemukan, pada hal Dia hanya mencari “seorang”, maka hari ini mari berikan diri kita sehingga Tuhan tidak hanya menemukan satu orang saja, namun sebuah generasi yang mau mempertahankan bangsa ini dihadapan Tuhan agar bangsa ini diselamatkan.

Mari pagi ini kita berhenti sejenak dari fokus kepada diri sendiri, dan mengijinkan Tuhan untuk menaruh beban atas bangsa Indonesia dalam hati kita. Mari berdoa bagi pemulihan Indonesia. Mari lepaskan perkataan damai sejahtera atas bangsa ini. Mari kita berseru dan merendahkan diri dihadapan Tuhan, memohon pengampunan atas dosa-dosa negeri ini seperti yang Nehemia lakukan ketika ia mendengar keadaan negerinya yang porak-poranda (Nehemia 1:4).

Tuhan sedang mencari “seorang” yang mau mempertahankan negeri ini dihadapannya. Apakah orang itu Anda?

Read more...

28 Oktober 2010

Tanggal 26 Punya Arti Bagi Bangsa Indonesia

Tsunami di Aceh tanggal 26 Desember'04, Gempa Jogja 26 Mei 2006, Tasik gempa 26 juni 2010, Tsunami Mentawai 26 Oktober 2010, Merapi Meletus 26 Oktober 2010. Mengapa slalu angka 26? Mari baca Firman Tuhan, di HAGAI 2:6 ; Sebab beginilah Firman Tuhan semesta alam: sedikit waktu lagi maka AKU akan menggoncangkan langit dan bumi,laut dan darat...Ngak ada yang kebetulan dalam TUHAN...TUHAN punya maksud bagi bangsa ini..


Read more...

15 Oktober 2010

Read more...

10 Oktober 2010

MENJADI SAKSI-NYA


Pada pertengahan tahun 2010, Tuhan berpesan kepada Pdt.Dr.Ir.Niko Njotorahardjo. Ya, di pertengahan tahun 2010 ini Tuhan berbicara sangat kuat yaitu kita diminta untuk menjadi saksi Tuhan. Kisah Para Rasul 1 : 8 berkata “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Yerusalem diartikan sebagai keluarga, Yudea diartikan sebagai orang seiman atau sebangsa, sedangkan Samaria sebagai orang-orang bukan seiman atau bangsa-bangsa

Teman-teman hari-hari ini Roh Kudus akan turun secara luar biasa untuk memberikan pada teman-teman dan saya kuasa untuk menjadi saksi Yesus.

Baru-baru ini Pdt.Dr.Ir.Niko Njotorahardjo berada di Jerusalem House of Prayer for All Nation, waktu itu beliau akan berbicara (baca : berkhotbah), tiba-tiba beliau berbicara dengan Pastor Tom Hess founder dari Jerusalem House of Prayer for all nation. Tom Hess memberi tahu kepada .Dr.Ir.Niko Njotorahardjo bahwa 2 minggu sebelumnya, Tom Hess mendapatkan 1 visi dari Tuhan, dan itu akan dia umumkan untuk tahun depan. Kemudian Pdt.Dr.Ir.Niko Njotorahardjo bertanya “visi apa itu?”, dan Tom Hess berkata “Kisah Para Rasul 1 : 8, the Great Commission – Amanat Agung!”. Kemudian Pdt.Dr.Ir.Niko Njotorahardjo berkata bahwa sebentar lagi dia justru akan berbicara mengenai hal itu. Tom Hess pun sangat kaget --- hari-hari ini pesan itu sudah diteguhkan di Yerusalem!!!

Pesan Tuhan sangat…sangat…sangat kuat sekali!!, yaitu teman-teman dan saya diminta menjadi saksi Yesus. Roh Kudus sedang turun secara luas biasa!!! 2000 tahun lalu, Roh Kudus turun dalam bentuk angin dan api untuk memperlengkapi murid-murid Tuhan Yesus menjadi saksi-NYA.

Hari-hari ini, Api itu berbicara tentang sesuatu yang akan membakar kotoran-kotoran sesuatu yang tidak benar yang ada dalam kita. Tuhan akan bakar itu!!!. Baru setelah itu kita akan mengerti kemana Tuhan akan mengarahkan kita.

Di depan ini, yang namanya penghukuman dan pendisiplinan akan terjadi secara luar biasa!!! Di Yohanes 3 : 16, Allah mengutus anak-Nya dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia melainkan untuk menyelamatkan oleh karena Dia. Siapa yang tidak percaya, dia akan dibawah penghukuman dan akan segera terjadi. Tapi penghukuman dan pendisiplinan bagi mereka yang tidak mau menginjil juga akan terjadi!!! Paulus berkata “celakalah aku, kalau sampai aku tidak menginjil!”. Seperti kisah Yunus juga!!! (saya rasa semua teman-teman sudah tahu cerita itu), tapi Yunus bertobat dan memberitakan firman dari Tuhan.

Pertanyaannya. Kenapa Yunus tidak mau menginjil? Karena ada kebencian di dalam hatinya kepada orang Asyur! Teman-teman, hati-hatilah dengan hatimu!!! Tuhan berkata “jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan”.

Pdt.Dr.Ir.Niko Njotorahardjo berkata “saudara yang punya hati kotor, benci, dan uneg-uneg, saya percaya hari-hari ini, saudara segan untuk menginjil!!!”. Di hadapan kita diperhadapkan sesuatu penghukuman, pendisiplinan, Api Roh Kudus sedang turun untuk membakar hal-hal yang tidak benar.

Pertanyaannya, teman-teman bangun di atas dasar Tuhan Yesus dari bahan apa? Emas, perak, batu permata, rumput kering, kayu, atau jerami? Yang mana? Api itu yang akan menentukan!!
Sekali lagi pertanyaan. Ada berapa banyak dari teman-teman akan menanggapi Firman ini?

MenyenangkanMu…senangkanMu
Hanya itu kerinduanku…
Menyenangkanmu senangkan hatiMu…
Hanya itu kerinduanku….


“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”

Inilah pesan khotbah di atas! teman-teman harus menonton ini!! bayar harga!!!

Read more...

25 September 2010

Smile With Your Heart



Teman-teman, berikut ini adalah suatu kisah yang saya dapatkan kiriman dari seorang teman melalui email, dan saya rindu untuk berbagi dengan teman-teman B_Youth.......

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.
Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling." Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas.

Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah. Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald's yang berada di sekitar kampus.
Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.

Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.

Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.
Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu.

Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya,dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya.

Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya.

Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter. Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona." Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.
Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, Kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya." Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian." Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.

Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-2ku! " Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami. Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."

Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami.
Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan.
Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya. Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya .
"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi.
Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."

------------------------------------------------------------

Teman-teman, banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI

Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu. Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya!

Ingatlah, Dalam Matius 25 : 35 tertulis, "Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku".

Di ayat selanjutnya Mat 25 : 40 tertulis, "Dan Raja itu akan menjawab mereka : Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku"

Di ayat-ayat berikutnya tertulis suatu hal yang lebih mengerikan dimana Tuhan mengatakan manusia yang berada di sebelah kiriNYA sebagai terkutuk untuk dihukum dalam api yang kekal!!! apa yang dilakukan mereka? mereka tidak melakukan hal-hal tadi.... (Mat 25:41-46)

----------------------------------------------------NN

Read more...

02 Mei 2010

What Faith Can Do?

Everybody falls sometimes
Gotta find the strength to rise
From the ashes and make a new beginning
Anyone can feel the ache
You think its more than you can take
But you are stronger, stronger than you know
Don't you give up now
The sun will soon be shining
You gotta face the clouds
To find the silver lining

I've seen dreams that move the mountains
Hope that doesn't ever end
Even when the sky is falling
And I've seen miracles just happen
Silent prayers get answered
Broken hearts become brand new
That's what faith can do

It doesn't matter what you've heard
Impossible is not a word
It's just a reason for someone not to try
Everybody's scared to death
When they decide to take that step
Out on the water
It'll be alright
Life is so much more
Than what your eyes are seeing
You will find your way
If you keep believing

I've seen dreams that move the mountains
Hope that doesn't ever end
Even when the sky is falling
And I've seen miracles just happen
Silent prayers get answered
Broken hearts become brand new
That's what faith can do

Overcome the odds
You don't have a chance
(That's what faith can do)
When the world says you can't
It'll tell you that you can!

I've seen dreams that move the mountains
Hope that doesn't ever end
Even when the sky is falling
And I've seen miracles just happen
Silent prayers get answered
Broken hearts become brand new
That's what faith can do
That's what faith can do!
Even if you fall sometimes
You will have the strength to rise


Terjemahannya :
Semua orang kadang-kadang jatuh
Harus menemukan kekuatan untuk bangkit
Dari abu dan membuat sebuah awal yang baru
Setiap orang dapat merasakan sakit
Kau berpikir rasa sakit itu lebih dari yang dapat kau tanggung
Tapi kau lebih kuat, lebih kuat daripada yang kau tahu
Jangan menyerah sekarang
Matahari akan segera bersinar
Anda harus menghadapi awan
Untuk menemukan lapisan perak

Aku pernah melihat mimpi yang menggerakkan gunung
Harapan yang tidak pernah berakhir
Bahkan ketika langit akan runtuh
Dan aku telah melihat mukjizat terjadi
Doa tersembunyi yang mendapatkan jawabannya
Patah hati menjadi semangat yang baru
Itulah yang dapat dilakukan Iman

Tidak peduli apa yang Anda dengar
Kemustahilan bukan kata
Itu hanya alasan bagi seseorang untuk tidak mencoba
Semua orang takut mati
Ketika mereka memutuskan untuk mengambil langkah itu
Di air
Semuanya akan baik-baik saja
Hidup jauh lebih baik
Daripada yang dilihat oleh matamu
Anda akan menemukan jalannya
Jika Anda terus percaya

Aku pernah melihat mimpi yang menggerakkan gunung
Harapan yang tidak pernah berakhir
Bahkan ketika langit akan runtuh
Dan aku telah melihat mukjizat terjadi
Doa tersembunyi yang mendapatkan jawabannya
Patah hati menjadi semangat yang baru
Itulah yang dapat dilakukan Iman

Mengatasi perbedaan
Anda tidak memiliki kesempatan
(Itu yang iman dapat dilakukan)
Ketika dunia bilang Anda tidak bisa
Itu akan memberitahu Anda bahwa Anda bisa!

Aku pernah melihat mimpi yang menggerakkan gunung
Harapan yang tidak pernah berakhir
Bahkan ketika langit akan runtuh
Dan aku telah melihat mukjizat terjadi
Doa tersembunyi yang mendapatkan jawabannya
Patah hati menjadi semangat yang baru
Itulah yang dapat dilakukan Iman
Itulah iman dapat lakukan!
Bahkan jika Anda kadang-kadang jatuh
Anda akan memiliki kekuatan untuk bangkit


Nah teman-teman B-Youth, inilah lagu dari lirik di atas
dinyanyikan oleh Kutless


Read more...
Syallom... terima kasih atas kunjungannya, jika saudara rindu untuk berbagi kisah kesaksian, artikel atau renungan. Silahkan kirimkan melalui email kami di (bethlehemyouth.gpdimalalayang@gmail.com) terima kasih. Tuhan Yesus Memberkati

Dari Admin

Puji Tuhan... Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan anda di webblog ini. Kami juga mengundang anda untuk dapat berpartisipasi untuk menjadi berkat bagi sesama dengan membagi kisah kesaksian anda dalam Kristus, renungan, artikel maupun puisi di webblog ini. Dengan mengirimkannya ke alamat email (bethlehemyouth.gpdimalalayang@gmail.com).
Sekali lagi kami ucapkan terima kasih. Tuhan Memberkati.

Alih Bahasa

Langganan B' Youth

Masukkan alamat email kamu untuk dapatkan info terbaru dari b-youth:

Delivered by FeedBurner

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP