Related Posts with Thumbnails
B-YOUTH.!! JADILAH PEMUDA-PEMUDI YANG TAKUT AKAN TUHAN. GBU
Tampilkan postingan dengan label Kesaksian B' Youth. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesaksian B' Youth. Tampilkan semua postingan

22 Februari 2014

Ketika Ayah dan Adikku menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya, dan dipakai sebagai saksiNya.

Ini adalah sebuah kisah tentang kehidupan baru yang dialami oleh Ayah saya. Sekedar di ketahui, Ayah saya berlatar belakang dari keluarga Muslim, beliau adalah anak pertama dari enam bersaudara. Memang beliau bukanlah penganut Muslim murni, yang rutin menjalankan sholat 5 waktu seperti yang dilakukan oleh adik-adiknya, atau para penganut Muslim pada umumnya. Beliau hanya penganut Muslim abangan, yang mungkin jarang menjalankan ibadah Sholat di Masjid. Atau dengan kata lain, menurut pengakuan Beliau yang dituturkan kepada saya, Beliau adalah penganut Muslim Kejawen, yaitu perpaduan ajaran Agama Islam dengan  ajaran-ajaran budaya Jawa Kuno, atau banyak orang menyebutkan sebagai aliran Kebatinan Jawa.

Aliran ini memang banyak diaunut oleh beberapa masyarakat Jawa, khususnya bagi mereka yang masih kental memegang adat istiadat budaya Jawa, yang juga penuh dengan ritual-ritual yang dianggap suci untuk meluhurkan nama leluhur dan sang Pencipta.  Beberapa ritual yang masih sering saya lihat adalah seperti Upacara Sedekah Bumi, pemberian sesaji kepada pohon-pohon besar, meminta berkah di makam-makam para leluhur yang dianggap keramat, juga melakukan ritual pertapaan di sungai-sungai atau di gua-gua.

Ayahku ketika masih muda mungkin juga melakukan hal-hal seperti demikian, karena aku juga sempat ditunjukkan salah satu buku yang memberikan pedoman tentang puasa dan beberapa petunjuk-petunjuk ritual dari aliran yang dia anut dulu. Namun demikian jalan Tuhan berkata lain. Setelah beliau menikah dengan ibu saya sekitar 30 tahun yang lalu dengan cara Kristen, karena ibu saya memang berlatar belakang dari keluarga Kristen. Namun hal itu tidak serta merta mengubah kehidupan rohaninya, dan langsung menerima Yesus begitu saja.

Saya masih ingat ketika saya masih kecil, ketika kami masih tinggal di Kepulauan Karimun Jawa, dimana Ayah saya bekerja  sebagai PNS dan ditugaskan di Kepulauan tersebut. Di sana hanya ada sebuah Gereja  kecil yaitu Gereja GPdI Karimun Jawa, dengan jemaat hanya beberapa keluarga saja. Tiap kali pergi ke Gereja, hanya ibu saya saja yang berangkat, dengan mengajak saya dan adik saya. Ayah saya hanya mengantar sampai depan Gereja, setelah itu dia pulang.

Waktu itu, saya sama sekali  tidak pernah melihat ayah saya  untuk beribadah baik itu ke Masjid  tempat ibadah agama yang tertulis di KTP nya maupun ke Gereja tempat ia diberkati ketika menikah dengan ibu saya. Saya tidak tahu alasannya, mungkin karena malu atau mungkin pula hatinya belum terbuka, karena saya tahu, waktu itu Beliau masih menjalankan beberapa ritual yang kuanggap aneh pada waktu-waktu tertentu, seperti puasa mutih atau makan tanpa mengandung garam, dan semua yang dimakan harus berwarna putih, seperti nasi tanpa lauk pauk, buah ketimun, pisang atau buah bengkoang, pokoknya semua makanan yang berwarna putih dan tak bergaram.
Aktivitasnya pada setiap hari minggu setelah mengantar ibu saya ke Gereja, Beliau lebih memilih tinggal di rumah, dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rutinitas seperti biasanya. Namun ayah saya sangat terbuka, jika diminta untuk membantu Gereja misalnya dalam hal kerja bakti atau mensuport pelayanan Pendeta disana, bahkan dia pernah memberikan satu motor buntutnya kepada Pendeta, guna mendukung pelayananan di jemaat yang jaraknya lumayan cukup jauh dari Kota Kecamatan Karimun Jawa, karena motor pendeta waktu itu rusak parah karena jatuh dan motor tersebut pun di jadikan sebagai motor oprasional Pendeta yang melayani Gereja GPdI Karimun Jawa.

Tentunya sebagai orang yang belum mengenal Kasih Tuhan Yesus, beliau masih memiliki sifat buruk. Yaitu sering marah-marah kepada ibu saya, dan memiliki sikap yang keras kepala. Serta bertindak sesuai dengan kehendaknya sendiri, apalagi cara mendidiku tentang agama pun, beliau sama sekali tidak tahu ia hanya menasehatiku tentang nilai-nilai kebajikan hidup seperti yang ia ketahui saja.
Pensiun dari Pekerjaan Dunia, dan Diterima Bekerja untuk Pekerjaan Surga.

Bulan Juli tahun 2007,  masa pengabdiannya sebagai PNS pun berakhir, seiring dengan usianya yang telah memasuki masa pensiun. Telah lama memang direncakan setelah pensiun untuk kembali ke kampung halaman ibuku di Wonogiri. Disana Ayah dan Ibu saya, akan mengisi masa tuanya dangan mencoba bertani mengolah lahan pertanian yang telah mereka beli sebelumnya dan sebagian lagi dari peninggalan Kakek saya.
Di tahun yang sama itu pula, pada bulan sebelumnya yaitu bulan Juni saya berpamitan untuk pergi merantau keluar dari pulau Jawa yaitu ke Kota Manado di pulau Sulawesi Utara, kota dimana saya tinggal sekarang. Waktu itu beliau masih tinggal di Karimun Jawa, dan pas ibadah hari Minggu, saya juga sempat memberikan kesaksian di gereja dan meminta dukungan doa kepada gembala dan jemaat di tempat itu untuk kepergian saya merantau, dan meminta dukungan doa untuk ayah dan adik tiri saya supaya dapat menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya.
Desember 2007, mendekati hari Natal, mereka memutuskan pindah  dari Kepulauan Karimun Jawa  ke sebuah desa di pinggiran Kota Wonogiri. Mulai dari sinilah rencana Tuhan bekerja dalam kehidupan Ayah saya. Dari semula yang sama sekali tidak mau diajak untuk pergi ke Gereja, kecuali pada saat Natal karena menghormati undangan yang diberikan kepadanya untuk hadir pada perayaan Natal. Namun di dilain itu, beliau tidak pernah mau ikut ibadah  disana.
Sekarang, mungkin beliaulah yang lebih rajin bila dibandingkan Ibu saya. Tidak hanya sekedar pergi beribadah ke Gereja saja, namun beliau juga sangat rajin mengikuti berbagai acara gereja seperti malam PA   (Pendalaman Alkitab), latihan koorr dll. Disamping itu yang membuat saya lebih bangga kepada Ayah saya adalah usahanya membaca dan mempelajari Alkitab lebih mendalam secara pribadi. Alkitab yang beliau sering baca adalah yang versi terjemahan ke dalam bahasa Jawa, karena mungkin yang versi terjemahan kedalam bahasa jawa tersebut lebih mudah untuk dipahami oleh beliau.
Di Baptis dan dipilih menjadi Majelis Gereja.
Ayah saya bersedia dibabtis pada Desember 2008 yang lalu, dan itu merupakan sebuah sukacita besar bagi keluarga kami. Terutama bagi Ibu saya, karena doa kami sekeluarga benar-benar di jawab oleh Tuhan. Tak hanya itu, kuasa Tuhan bekerja pada ayah saya. Pada pemilihan majelis gereja GKJ Pepantan Timang, pada Desember 2010 lalu, kebetulan pada waktu itu saya pulang kampung. Sehingga saya punya kesempatan melihat ayah saya dipilih dan ditahbiskan menjadi seorang majelis gereja. Ini memang bukan sebuah kebetulan, namun memang sudah rencana Tuhan. Padahal, waktu diminta oleh Pendeta dan tokoh-tokoh gereja di sana saat akan di calonkan, beliau sebenarnya keberatan dan tidak mau. Karena sebelumnya beliau tidak biasa tampil dan berbicara didepan umum, dan beliau pun sama sekali tidak pernah memimpin doa apalagi kotbah didepan jemaat. Namun entah kenapa, pada akhirnya ia meng iyakan tawaran tersebut.
Sekali lagi, kuasa Allah bekerja pada Ayah saya. Saat menjalani tugas pertamanya sebagai Majelis Gereja, dan diminta untuk menjadi imam yaitu mendoakan pemimpin ibadah atau yang membawa firman pada saat itu di ruang pastori. Tentu saja beliau jadi sedikit bingung, karena memang belum bisa berdoa sebagai mana para majelis yang lain. Sehingga pada jauh-jauh hari sebelum tugas itu datang, Ayah saya meminta Bulik (tante) saya yang juga mantan majelis untuk membuatkan sebuah doa secara tertulis, yang nanti akan dibacakan saat dia diminta untuk berdoa bagi pembawa firman.  Mungkin pada awal-awal pelayananannya, hal-hal tersebut akan selalu dia lakukan, karena memang belum berpengalaman sama sekali.
Hal yang menjadi sangat istimewa bagi kehidupan saya adalah, setiap kali saya pulang kampung. Saya selalu diajak berdiskusi tentang sebuah penggalan pasal dan ayat Alkitab yang dia baca. Ia selalu menyuruh saya, “coba kamu ambil Alkitab dan buka Kitab ini pasal sekian dan ayat sekian... , jika sudah kamu baca, coba menurut kamu apa yang dimaksud atau penjabaran ayat tersebut menurut kamu”  setelah saya menjelaskan dan menjabarkan menurut persepsi saya, kemudian ayah saya menjabarkan menurut persepsinya beliau. Terkadang jika ada sepupu atau saudara saya yang lain datang main kerumah, mereka juga ikut diajak mendiskusikan bersama tentang topik dari ayat-ayat Alkitab yang ayah saya temukan yang menurutnya menarik untuk dibahas.
Perbincangan mengenai isi Alkitab kadang-kadang juga terceplos saat Beliau sedang asik ngobrol dengan teman-temannya yang beragama lain. Seringkali tanpa sadar, beliau menyisipkan beberapa kalimat yang ia dapatkan dari Alkitab sebagai bahan obrolan, baik saat ketemu temen ngobrol di kebunya, maupun teman bercerita di tempat-tempat biasa ia berkumpul. Selain membicarakan mengenai masalah pertanian yang menjadi favoritnya. Hal ini pernah beberapa kali saya dengarkan secara langsung, saat beliau sedang ngobrol dengan salah satu tetangga saya yang berbeda agama saat ia sedang main kerumah kami, dan saya pernah konfirmasikan pula kepada ibu saya, dan ibu saya memang menyatakan demikian, bahwa ayah saya sering menyisipkan penggalan-penggalan isi Alkitab sebagai bahan obrolannya dengan teman-temannya.
Begitu pula saat beliau menasehati saya akan kehidupan saya, dan langkah-langkah yang harus saya lakukan untuk masa depan saya. Saat itu, Ia selalu menyisipkan ayat-ayat Alkitab dalam setiap wejangannya. Hal ini belum pernah saya dengar sebelumnya ketika saya masih kecil atau pada masa remaja dulu. Namun sekarang, saat kami sudah tumbuh dewasa, hal itu baru beliau lakukan saat ia telah mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan jurus selamatnya.
Beliau selalu menekankan kepada saya tentang penggalan salah satu ayat Alkitab yang cukup terkenal tentang cara mendapatkan kehidupan masadepan yang lebih baik. Seperti yang tertulis dalam Matius 6 : 33 yang berbunyi  “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”.  Berulang-ulang Ayahku selalu menekankan kepadaku tentang ayat tersebut, baik pada saat saya pulang mudik di rumah, maupun saat saya berbicara lewat telephon yang rutin saya lakukan setiap minggu atau dua minggu sekali ketika berada di perantauan.
Setiap hari, beliau selalu bangun pada pukul 04.00 pagi, hal pertama yang ia lakukan adalah berdoa, kemudian menyalakan radio untuk mendengarkan siaran rohani yaitu renungan pagi. Sambil mendengarkan, ia selalu menyiapkan Alkitab dan sebuah alat tulis untuk mencatat khotbah yang dibawakan dari siaran radio tersebut. Diambil dari kitab mana, pasal dan ayat berapa, kemudian pokok-pokok isi khotbahnya yang dibawakan oleh Pengkotbah dalam renungan pagi disiaran radio itu. Setelah mendengarkan radio, ia menyalakan televisi untuk melihat siaran berita sejenak, kemudian bergegas menyiapkan diri untuk pergi ke kekebun, untuk melihat dan menyaingi rumput-rumput liar yang tumbuh diantara tanaman jagung atau tanaman kacang tanah yang telah ditanamnya, kemudian “ngarit” atau mencari rumput untuk makanan ternak kambing miliknya.
Sedangkan ibu saya, setelah doa pagi, ia lalu menyiapkan masakan didapur, setelah itu bersih-bersih rumah. Kemudian merawat kakek saya yang telah renta, dan sudah susah untuk berjalan karena pernah terkena stroke. Mungkin sekarang usianya telah memasuki  90 an tahun, sehingga perlu perlakuan khusus, seperti memandikannya, dan kemudian menyuapinya seperti merawat bayi. Sebenarnya masih ada Nenek saya, namun dia pun juga sudah tua dan sudah sedikit pelupa, serta sudah agak tuli. Terkadang ibu saya setelah selesai mengurusi Kakek saya, beliau  juga ikut menyusul ayah saya di kebun dengan membawakan makanan, untuk makan bersama di kebun.
Setelah hari menjelang siang atau sekitar pukul 10.00 -11.00, mereka kembali kerumah dengan membawa rumput untuk makanan kambing ternaknya, lalu istirahat. Jika sore atau malam hari, jika tidak ada acara di gereja atau acara kemasyarakatan lain, hiburan yang paling di sukai ayahku adalah membaca Alkitab, terkadang juga bersama ibuku, mereka sama-sama membaca di sofa ruang tamu rumahku.
Saya terkadang sangat sedih, karena kami anak-anaknya tinggal berada sangat jauh dari mereka. Saya ada di Manado di ujung utara pulau Sulawesi, sedangkan adik saya yang cowok setelah mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan pengujian sampel hasil tambang, sekarang tinggal di Kolaka Sulawesi Tenggara, kemudian adik saya yang cewek tinggal bersama suaminya juga di Sulawesi Tenggara namun tinggal disebuah pulau lagi yang agak jauh dari kota Kendari.  Tidak setiap hari, tidak setiap minggu, dan tidak setiap bulan mungkin juga tidak setiap tahun kami dapat bertemu dan berkumpul dengan mereka. Hp adalah satu-satunya media yang membantu kami untuk masih bisa saling terhubung satu sama lain, meskipun hanya melalui komunikasi jarak jauh. Tapi lumayanlah bisa mengobati rasa kangen kepada mereka. Seandainya  saja mereka tau ber internet mungkin sudah tak ajak video chat dengan skype, atau pakai fb, tapi saya mereka benar-benar gaptek.
Kedua orang tuaku hanya tinggal berdua di rumah, dengan berbagai pergumulannya. Dulu ada si Coki anjing kesayangan kami yang menemani, namun sekarang telah mati diracun orang yang tidak bertanggung jawab. Jadi mereka sebenarnya benar-benar kesepian.  Sedangkan kami anak-anaknya berjuang mencari kehidupan kami masing-masing ditempat lain,  ditanah perantauan, untuk berusaha menjadi manusia yang seutuhnya, meskipun belum berhasil seperti yang mereka harapkan, namun setidaknya kami  bisa mencari makan sendiri dari hasil kerja kami, tanpa menyusahkan mereka dan menyisihkan sedikit penghasilkan kami untuk dikirim kerumah, memberikan sesuatu yang jarang dapat kami lakukan kepada mereka tiap harinya.
Sedangkan kisah adik saya yang perempuan pun, hampir sama dengan ayah saya yang sebelumnya tidak mengenal Yesus sama sekali. Adik saya ini adalah adik angkat atau saudara tiri, namun kami sangat menyayanginya. Ia berasal dari suku Madura, dan penganut muslim yang keras. Waktu kecil, kami tidak mempunyai adik perempuan, sehingga orang tua kami mengabdopsi dari sebuah keluarga yang berasal dari Pulau Madura, yang dulu waktu pertama datang ke Karimun jawa, pernah terlantar didepan rumah kami dan orang tua saya yang menolongnya. Namun karena waktu itu kedua orang tua kandung dari adik saya tersebut, telah sakit parah dan beberapa bulan kemudian kedua orang tua kandung dari adik tiri saya tersebut meninggal dunia dikarenakan sakit. Menurut kabar dari seorang kerabat yang mereka tinggali di Karimun Jawa, kedua orang tua kandung dari adik saya ini telah di guna-guna oleh saudaranya yang ada di Madura, mungkin karena perselisihan keluarga, kami tidah tahu -menahu.

Kemudian kami mengapdopsi Iyah nama panggilan dari adik saya tersebut, waktu itu mungkin usianya sudah berumur antara 10 – 13 tahun, karena memang tidak ada catatan tertulis dan ia pun tidak tahu berapa usia yang sebenarnya. Pokoknya waktu itu ia sudah dimasukkan di kelas 2 SD.
Meski kami beragama Kristen, kami tidak pernah memaksanya untuk masuk ke agama kami. Ibu saya memberi kebebasan memilih, dan ia menjalankan ibadah seperti yang diwariskan oleh orang tua kandungnya. Ia sholat, pergi ke masjid dan menjalankan ibadah puasa seperti halnya pemeluk agama muslim lainnya. Kami mengajaknya ke gereja waktu perayaan natal saja, seperti halnya yang dilakukan ayah saya dahulu sebelum mengenal Yesus.
Pada suatu ketika, ia bertemu dengan seorang pria ber etnis Batak, dan beragama Kristen,  yang akhirnya mereka pun pacaran, kemudian memutuskan untuk menikah. Meskipun kami yang membersarkannya dari agama Kristen dan calon suaminya waktu itu juga beragama Kristen, namun ia tidak mau menikah dengan cara Kristen, dan kami pun memfasilitasi ia menikah dengan cara Muslim seperti yang ia mau. Sekali lagi kami tidak pernah memaksakan keyakinannya, hanya mendoakan saja akan jalan hidup kerohaniannya. Setelah menikah dan hidup bersama suaminya, tak pernah kami sangka sebelumnya ketika saya telephon, ia bercerita bahwa ia sudah masuk gereja dan saat ini telah belajar Alkitab. Saya hampir tidak percaya, namun beberapa kali ia mengirimkan sms yang isinya adalah firman Tuhan. Meskipun saat ini dia belum dibabtis, karena di tempat tinggal ia sekarang di sekitar Kendari, sangat susah didapati Gereja, namun setidaknya Tuhan Yesus sudah tinggal didalam hatinya.
Sungguh luar biasa Tuhan Yesus memperkenalkan diriNya kepada ayah dan adik saya, dan mengubah kehidupan kami. Terima kasih Tuhan Yesus, jadikanlah keluarga kami berkat bagi orang lain dan pakailah kami sabagai saksiMU untuk kemuliaan namaMU.
Tulisan ini saya dedikasikan untuk Ayah dan Adik saya, yang telah memilih Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamatnya. Kiranya Tuhan selalu memberkati dan memakai mereka sebagai saksiNya.

Tentang Penulis.
Meskipun bukan orang asli Manado, namun Penulis adalah member B-Youth dari tahun 2007 - 2012,  Selama tinggal di Manado penulis bergereja dan ikut bergabung dalam komunitas persekutuan Bethlehem Youth GPDI Bethelehem Malalayang, dan tentunya sangat senang dapat diterima dalam persekutuan yang indah dengan saudara seiman tersebut. Tulisan diatas adalah merupakan satu kesaksian bagi keluarga penulis, dimana Tuhan Yesus melalui karyanya yang sangat ajaib, mengubahkan kehidupan keluarga Penulis. Selain di posting di blog pribadi penulis, sengaja  penulis memposting kisah kesaksian tersebut di blog B-youth ini, supaya dapat menjadi berkat bagi kita semua. Kiranya Tuhan Yesus memberkati.

Read more...

31 Oktober 2009

"HATIKU PERCAYA-TRUST IN YOU" (STORY BEHIND THE SONG OF EDWARD CHEN)

28 Juni 2008, malam itu di SUN CITY Ballroom, Jakarta , saya berserta seluruh tamu undangan yang hadir menjadi saksi kebahagiaan sahabat kami Edward Chen & Agnes Prawoto dalam resepsi pernikahan mereka. Dan ternyata kebahagiaan yang terpancar malam itu di wajah kedua mempelai sarat dengan makna, .. sebuah makna kemenangan iman. Butuh stamina 'percaya' yang besar terhadap rencana Tuhan yang indah dalam hidup mereka, sebelum akhirnya dapat mewujudkan hari sukacita itu. Bulan demi bulan sebelumnya yang dilalui dalam pergumulan berat, penderitaan hati, tangis, kesesakan, rasanya worth it bila ujungnya adalah sukacita.


Sebuah perjuangan cinta yang nggak mudah, ternyata di tangan seorang penyembah, bisa menjadi sebuah lagu yang bukan hanya menguatkan penciptanya, tapi kelak akan memberkati banyak orang dalam pergumulan yang berbeda, .... pelayanan, pekerjaan ataupun rumah tangga.
Kok bisa???
Because it's not a matter of a love story, but a heart that trust God more than anything.


Karena ini kisah cinta, sebaiknya dengarkan langsung penuturan saksi kuncinya....haha... maksudnya langsung dari Edward Chen yang membukakan isi hatinya, yang menjadi latar belakang penulisan lagu "HATIKU PERCAYA".

FALLING IN LOVE

Sekitar sebulan kemudian ..... ec ketemu lagi dengan Agnes di restoran dan mulai saat itu terjadi pembicaraan. Dalam hati ec ada suara yg bilang minta "nomer hpnya dong..." (karna sebelumnya ec belum pernah minta nomer hp cewek, jadi agak kikuk mintanya ..hehe..)
Semenjak itulah kalo ec pulang pelayanan dari luar kota atau luar negri sebisa mungkin kontak Agnes dan mengajak lunch or dinner gitu...
Waktu bergulir dan akhirnya sepertinya kami merasa ada kecocokan dari berbagai segi, hobi, ...music, dsb...


Nah ... setelah sekian bulan cukup saling kenal.., maka ec berniat utk memperkenalkan Agnes ke ortu ec. Namun ternyata ortu ec hanya menerima Agnes sebagai teman biasa, bukan sebagai calon menantu.
Sikap ini tergambar dari respon mereka saat ec berniat untuk lebih seriussss dengan Agnes maka ortu selalu menolak dan merambat ke keluarga besar ec yang juga selalu tidak mau mendengar penjelasan ec.


Tapi namanya udah mulai ada cinta, yaaaah... ec tetap jalan ....
Pikir ec, suatu saat ortu pasti bisa ngerti.
Tapi ternyata nggak semudah yang ec bayangkan, ortu punya pandangan dan pilihan lain.
Latar belakang orang tua ec yang bukan dari kota besarlah (mereka tinggal di Sumba) yang membuat mereka menolak pilihan ec. Papi mami kurang sreg dengan cewek kota besar.
Mereka lebih setuju kalau ec jadian dengan orang yang udah saling kenal.
Keluarga jauh ortu ec punya banyak kenangan buruk, kalo merit dengan orang kota besar tidak akan bertahan lama dan berakhir dengan perceraian, ... karna berbeda pandangan, gaya hidup dan lain lain lah...

(waah....baru tahu nih ec mau dijodohin sama gadis desa .. haha.. canda...
ntar keburu udah pada nangis nih bacanya.... lagi-lagi ini comment Julita.... lanjut yah..)

Namun ec tetap berusaha menjelaskan bahwa Agnes bukan orang seperti itu..
tapi tetap tidak di gubris.


YOU BROKE MY HEART...

Singkat cerita kami akhirnya putus dan itu sangat menyakitkan hati Agnes dan keluarganya.
Akhirnya....
beberapa bulan kemudian keluarganya pun memperkenalkan Agnes dengan pria lain.
Walau saat itu sebenarnya Agnes masih tetap mencintai ec, tapi Agnes belajar melupakan ec.


Demikian pun dengan ec, hari hari hanya diisi dengan kesedihan.
Saat melayani di banyak tempat, ec tetap melakukannya dengan semangat untuk memberkati banyak orang walaupun saat itu ec sendiri sedang dalam pergumulan yang berat dan nggak ada orang yang tahu.


Sempat ec ingin melawan ortu karna ec merasa ec sudah cukup mandiri dan diberkati Tuhan.
Selama ini ec selalu taat dan hormat sama ortu dan tidak pernah mengecewakan mereka, tapi karna masalah pasangan hidup, ec sempat bertengkar dengan papi mami yg cukup keras (namanya aja ortu pasti punya gengsi dan pandangan sendiri).


Waktu itu ortu saya bilang "kalo kamu tetap jalan sama Agnes.., kami akan masukin kamu di koran, ... tidak mau menganggap kamu sebagai anak lagi..."


AIR MATAKU MENJADI MAKANANKU

Disitulah terjadi pergolakan batin ec.
ec dan Agnes tetap berdoa setiap saat dgn airmata ..
Tapi Tuhan tetap baik.
Saya diingatkan Tuhan, "kamu harus mengalah dulu sama orang tua dan tunggu waktuKu ..
dan jangan sekali-kali melangkah tanpa berkat dari orang tua".
Saat-saat paling down itulah ketika sedang di mobil ec dikuatkan dengan lagu "INDAH PADA WAKTUNYA" yg dinyanyikan ec sendiri dari album Passion...

"Mungkin tak kupahami...apa yang kini aku alami.." ....
"Namun...kutahu pasti... semuanya kan jadi Indah Pada WaktuNya"

Setelah itu ec berusaha untuk tegar dan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan ..
(ec berdoa kalo Tuhan bisa bawa ec menjadi seperti hari ini yg ec tidak pernah minta, ... dikenal banyak orang, setiap album jadi berkat buat banyak orang, masa sih untuk hal yg ec minta Tuhan tidak bisa berikan??)

Tetapi tetap belum ada jalan yg terbuka, malah kedua ortu kami sudah saling bertengkar dan saling gengsi dan sampai keluar kata... "MUJIZAT... kalau kalian bisa bersatu!!!"

Setiap kali ec telpon dengan papi mami dan berusaha untuk menjelaskan tentang kebaikan Agnes, ujung-ujungnya selalu terjadi pertengkaran..
Akhirnya ec mengalah dan bener-bener pasrah sama Tuhan...


WHEN WALKING ON THE DARK ROAD



Suatu hari ec sedang didepan keyboard dan sedang menyembah ....
tiba tiba ec menangis dan keluarlah melodi lagu beserta lirik,

"Saat ku tak melihat jalanMu..
saatku tak mengerti rencanaMu...
namun tetap ku pegang janjiMu.....
pengharapanku hanya padaMu......"

Jujur kata-kata ini sebenarnya kata-kata yg tulus dan sebenarnya seperti "hopeless" yg sepertinya sudah bener tidak ada harapan lagi, tidak ada seorangpun yang mendukung kami, tapi sekali lagi ec mau belajar untuk pegang janji-janji Tuhan dan selalu berharap padaNya.

Saat mengalunkan bait lagu itu dgn air mata.., tiba tiba reffnya cuman bisa keluar kata,

"Hatiku percaya .., hatiku percaya ...
hatiku percaya ...., slalu ku percaya."
"Lord I will trust in You ..., Lord I will trust in You,
Lord i will trust in You ..., my heart will trust in You"

(Jujur banget lagu ini adalah ungkapan ketulusan ec dan penyerahan total akan masa depan ec dan Agnes.)

Secara lirik lagu, (ketika lagu itu mau di rekamkan di album ADORE),
saat itu ec pikir lagu ini reffnya terlalu sederhana, mau dirubah..,
tapi Roh Kudus sepertinya mengatakan, "itu kan isi hatimu yg tulus...",
akhirnya ec tetap merekam lagu itu seperti itu apa adanya.


THE POWER OF TRUST....MAKES MIRACLES HAPPEN !!!

Setelah album ADORE jadi, lagu itu malah ec taruh di track 5,
(FYI: artinya bukan lagu yang diandalkan. Lagu-lagu best cut biasanya ditaruh ditrack 1-3) tapi ternyata lagu itu yg malah jadi the most requested dan blessing song until now..., dan banyak yg dikuatkan karna tidak kebetulan juga pas lagi krisis global.
Rancangan Tuhan itu memang rancangan damai sejahtera.
Memang benar kita harus mengucap syukur dalam segala keadaan.
Sayapun bersyukur atas segala pergumulan yang nggak enak yang harus saya dan Agnes lalui.
Sungguh kalo tidak ada kejadian itu, tidak ada lagu HATIKU PERCAYA.


Saya melihat pasti dibalik masalah ada hikmah dan pasti segala sesuatu akan menjadi baik adanya.
Dan bukan cuman itu.., bagi orang yang selalu mengandalkan Tuhan dan tetap PERCAYA
(walaupun belum ada dasar untuk bisa percaya karna sepertinya belum ada perubahan yg baik terjadi di depan), Tuhan tetap perhitungkan dan tidak pernah mengecewakan orang yang seperti itu.


Dan memang Tuhan membela ec..,
saat ec dipanggil pulang ke Sumba utk menghadiri ulang tahun kong ec..,
di situlah setiap hari ortu ec melihat ec selalu diam dan tidak pernah mau mengungkit masalah Agnes lagi. Malah ortu ec jadi penasaran dan menanyakan apakah ec bener-bener cinta dan sudah bulat keputusan untuk menikahi agnes..
Saya berkata, "iya.... saya mau menikahi Agnes, tapi saya mau mami dan papi tetap tulus merestui".


Akhirnya Tuhan menjawab doa ec..
Ortu ec menelpon Agnes dan meminta untuk Agnes dan keluarganya mau menerima ec lagi.
Paaahal sebenarnya ortu Agnes udah deket dgn ortu pria yg dikenalkan itu..,
tapi Agnes tetap mencintai ec.. hehehehehe....
(ini namanya derai tawa kemenangan saudara-saudara, LOL)

Akhirnya kami bisa tunangan dan malah Tuhan kasih BONUS bagi yg sepenuhnya percaya padaNya.
Trusting God makes miracles happen !!!


PERNIKAHAN DI KANA
Ini bukan judul perikop Alkitab Perjanjian Baru, tapi benar-benar kejadian loh.

Atas kasih karunia Tuhan tanggal 5 Mei 2008, kami bisa menikah di Israel CANA (the wedding church tempat Yesus membuat mujizat pertama kali air menjadi anggur).
Ah... sudah dapat restu orang tua, plus menikah di Kana lagi....


Wow....malah sekarang kami telah dikaruniakan anak laki laki bernama JUST'IN FAITH CHEN....
HANYA DALAM IMAN... jadi bisa keluar anak itu..hehe..
Malah ortuku sekarang sangat mengasihi Agnes dan kami sungguh sungguh lebih lagi dipakai Tuhan dengan luar biasa..


AND THEY WILL LIVE HAPPILY EVER AFTER

Friends...,
Kita percaya kalimat di atas akan terjadi atas kehidupan keluarga orang-orang percaya.
Bahagia selama-lamanya bukanlah suatu kemustahilan.
Dan itu doa kita semua bagi Edward dan Agnes. Dulu rasanya hubungan mereka adalah impossible.
Tapi kini mereka bukan hanya berdua, malah telah menjadi tiga dengan kehadiran anak pertama mereka Justin Faith. Dan bukan hanya mereka bertiga saja yang berbahagia, seluruh keluarga besar mereka juga turut berbahagia dan mendukung mereka.

Semoga kisah kasih ini, dan bagaimana mereka mempertaruhkan iman percaya mereka kepada Tuhan, memberkati semua teman-teman yang sedang menantikan janji Tuhan di manapun berada.
Keep trusting in God yah.... And see the miracles happen.

Sumber : kiriman email dari seorang sahabat, sesama anak Tuhan

Read more...

07 April 2009

Kekuatan KasihNya

B-Youth tentu pernah mengalami rasanya bosan, lemah, ga berdaya, tidak ada sandaran untuk menceritakan keluh kesah, sendiri tanpa seorang pun mengerti keadaan kita, membutuhkan pribadi yang begitu peduli dengan kita… tapi kadang kita tidak bisa menemukannya, bahkan ortu kita sendiri mungkin tidak mengerti dengan keadaan kita…

Apa yang teman2 rasakan ketika semua itu tidak kita dapatkan?? Yang ada kita putus asa, tidak berpengharapan, semangat pudar, merasa sendiri di dunia ini…

Teman2 sering saya mengalami kesepian dan kesendirian yang amat sangat. Jika ada kata yg bisa diucapkan untuk menggambarkan keadaan itu, ingin sekali saya tulis di kesaksian ini…


Pada saat saya tidur untuk mencoba melupakan perasaan itu, malah perasaan itu menjadi raksasa yg sukar untuk dihindari…hati saya sangat kosong dan pikiran saya tak mampu untuk menerima perasaan kosong ini…

Saya mencoba untuk mengobrol dengan teman sekosan saya, tapi hal itu tetap tidak bisa mengisi hati saya yang sangat kosong…

Saya mencoba untuk tidur lagi, mencoba melupakan apa yang terjadi…tapi yang terjadi, masalah itu datang lagi dalam rupa yang semakin buruk… SIAPAKAH YANG DAPAT MENOLONG SAYA DARI KEKOSONGAN INI????

Tapi ada 1 hal, ketika saya mengucapkan NAMA itu, entah mengapa NAMA itu secara ajaib dan tak terduga langsung memenuhi hati saya. Dengan hanya menyebutkan NAMA itu--seperti seorang ibu yang memeluk anaknya—itulah kehangatan yang saya rasakan. Dan tidak ada perasaan yang dapat menggambarkan betapa hatiku sangat lega…

Dan saya teringat, TUHAN menciptakan manusia dimana ada satu ruang yang sangat kecil dalam hati tidak bisa diisi oleh apapun selain NAMA itu. Ketika teman2 menyebutkan NAMA itu dan membiarkan DIA di hati anda, maka semua sudut ruang hati yg dipenuhi masalah, sudut hati yang kosong dipenuhi secara ajaib oleh NAMA itu…

Seperti sebuah titik terang dalam gelap gulita, terang itu semakin memancar, sehingga lambat-laun gelap itu menghilang…..demikian juga dengan hati kita.

Ketika saya menutup mata, mengucapkan NAMA itu berkali-kali dan dengan lembut :

“YESUS..YESUS..YESUS.. Engkaulah harapanku satu-satunya…kemanakah aku harus bersandar selain ENGKAU saja??? YESUS..YESUS..maukah ENGKAU menjadi orangtuaku, temanku, dan tempat aku bersandar untuk menceritakan keluh-kesahku??? YESUS..YESUS..YESUS”.
Ketika itu saya tidak dapat mengucapkan kata2 lagi…saya tidak tahu mau mengucapkan apa lagi…

kata2 yang ingin saya keluarkan untuk mengucapkan semua hal yang menindih hati, hilang secara perlahan dalam NAMA itu…

sehingga bukan keluh-kesah yang keluar dari mulut saya, tapi hanya NAMA itu…

“YESUS, YESUS, YESUS, YESUS, YESUS”…saya tidak sanggup untuk mengeluarkan kata2 yang lain selain NAMA itu…

Dan begitulah terjadi sehingga tanpa sadar, mata saya basah. Dan semakin tak tertahankan, air mata itu mengalir, mengalir, dan mengalir menyejukkan hati saya… Ingin rasanya tinggal setiap hari dengan perasaan seperti ini!!

Air mata ini tak bisa berhenti…


Tapi NAMA itu menghapuskan air mataku..NAMA itu menghibur hatiku..betapa bersukacita, ketika DIA berada di dekat

Seperti seorang BAPA, IBU, atau TEMANkah??? Saya tak tahu…PRIBADINYA begitu menggambarkan kombinasi dari seorang BAPA, IBU, dan TEMAN…


Oh, sungguh tiada yang lebih indah selain hadiratNYA... Duduk di kakiNYA mendengar indah setiap ucapanNYA...adakah yang bisa menggambarkan

suasana hati saya sekarang?? bahkan saya sendiri tidak dapat menggambarkannya!!

suaraNYA meneduhkan jiwaku...

kemuliaanNYA memulihkan hatiku...

Sama seperti seorang ibu yang sedang dalam proses melahirkan merasakan kesakitan yang amat sangat, namun setelah anak yang dikandung

dilahirkannya, maka lenyaplah seluruh kesakitan dan sukacita yang tak terkatakan akan meliputi hatinya.. mungkin dapat digambarkan sukacita

seperti itu yang saya dapatkan...

Dalam hati, saya ingin sekali berjumpa denganNYA dengan suatu perasaan kerinduan yang sangat dalam!! sampai-sampai dengan segenap

kekuatan dan dengan rintihan hati saya....


Ketika saya menutup mata lagi, DIA terasa begitu sangat dekat sampai-sampai saya dapat merasakan bagaimana DIA menunjukkan tangan-NYA yang berlubang paku dan memelukku sehingga terasa sangat hangat… ini lebih dibandingkan yang sebelumnya..(Itulah cintaNYA, yang tak pernah ada habis-habisnya).


Kemudian saya bertanya…??? “YESUS, dengan tubuh kemuliaan-MU mengapa bekas tanda luka tusukan paku masih tetap ada di tangan-MU???”

dalam sekejap pertanyaan itu terjawab secara tidak langsung…

saya mencoba menggambarkan __ luka itu tetap berada dalam tangan YESUS, karena luka itu menunjukkan betapa YESUS sangat mengasihi manusia. Luka itu merupakan luka yang kita tusukkan sendiri ke tanganNYA, tapi DIA menunjukkan bahwa itu semua tidak akan pernah memisahkan kita dengan DIA…dengan luka itupun DIA menyembuhkan setiap penyakit bahkan hati yang terluka!!

Dia mempunyai suatu kerinduan, yaitu anda mendekat dan bersandar kepadaNYA…

merasakan setiap detakan jantungNYA, mengetahui setiap detail isi hatiNYA, senyumanNYA, mengetahui apa yang membuat DIA menangis, tertawa dan apa yang membuat DIA marah… rasakanlah semuanya itu!!


Tahukah teman-teman kalau TUHAN itu hanya sejauh lutut dengan lantai?? Ketika teman2 mau datang kepadanya dengan berlutut dalam persekutuan DOA, DIA ada disana… jangan sia-siakan setiap pertemuan dalam DOA, setiap menit bahkan setiap detik..

Cari DIA dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu!! dan DIA akan mendapatkanmu!!


Mau merasakan kehangatan kasihNYA???

Jangan lupa datang DOA senin di gereja nech ^_^

Jangan lewatkan kekuatan kasih yang tak terbatas itu!!!

Pokoknya rugi sx klo ngoni nda datang…RUGI, RUGI, RUGI klo nda datang!!! ^_^




-----NN-----


Read more...
Syallom... terima kasih atas kunjungannya, jika saudara rindu untuk berbagi kisah kesaksian, artikel atau renungan. Silahkan kirimkan melalui email kami di (bethlehemyouth.gpdimalalayang@gmail.com) terima kasih. Tuhan Yesus Memberkati

Dari Admin

Puji Tuhan... Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan anda di webblog ini. Kami juga mengundang anda untuk dapat berpartisipasi untuk menjadi berkat bagi sesama dengan membagi kisah kesaksian anda dalam Kristus, renungan, artikel maupun puisi di webblog ini. Dengan mengirimkannya ke alamat email (bethlehemyouth.gpdimalalayang@gmail.com).
Sekali lagi kami ucapkan terima kasih. Tuhan Memberkati.

Alih Bahasa

Langganan B' Youth

Masukkan alamat email kamu untuk dapatkan info terbaru dari b-youth:

Delivered by FeedBurner

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP